Cahaya Temaram

Sebelum Bayi Jeremy Dilahirkan

IMG-20151004-WA0006

Suatu malam lima tahun lalu, ada seorang perempuan yang sedang patah hati. Dia mencoba melepas semua kekecewaan dengan banyak melakukan piknik dan liburan. Namun alam bahwa sadarnya tidak bisa dibohongi, dia sangat gelisah sehingga menderita gangguan tidur yang sangat langka. Setiap dia tidur, raganya terkunci dan tidak bergerak, namun jiwanya selalu terjaga. Hingga tanpa disadari, jiwanya pergi berkelana terlalu jauh.

Dalam perjalanan, dia bertemu dengan jiwa orang-orang tersayang yang telah pergi ke lain dimensi. Mereka mengingatkan perempuan itu untuk kembali karena khawatir dia akan tersesat. Namun rasa kecewa membuat jiwa perempuan itu tak ingin pulang. Dia lalu menembus ke banyak dimensi hingga akhirnya terhenti saat bertemu Sang Penjaga.

“Hentikan langkahmu wahai jiwa yang tersesat, ini bukan tempatmu”kata Sang Penjaga.

Sang Penjaga ini bersosok abstrak. Dia memiliki mata, hidung dan mulut. Namun dia tidak memiliki kelamin, bukan laki-laki atau perempuan. Warnanya berubah-ubah tergantung perasaannya. Jika tenang, dia akan berubah menjadi putih kebiruan. Jika marah dia akan menjadi merah jingga. Jika sedang ceriwis dia akan berwarna pink.

“Kenapa wahai Sang Penjaga, aku mau di sini. Aku tidak mau pulang,”kata perempuan itu.

Sang penjaga menghela napas. Dia memutar bola matanya. “Baiklah, percuma berdebat denganmu. Masih seperti dulu ternyata, keras kepala,”kata dia.

Perempuan itu langsung mengangkat kedua alisnya dan mencondongkan wajahnya ke depan. “Kamu mengenalku? Dimana? Kapan? Ko bisa?” perempuan itu bertanya dengan cepat dan berturut-turut.

Mendengar perkataan perempuan itu, warna Sang Penjaga pun langsung berubah-ubah kelabu, jingga, merah, hitam, lalu pink.

“Aaargh sabaaaaar, kenapa kamu gak berubah sih. Masih aja grasah grusuh dan gak sabaran. Tentu saja aku mengenalmu, aku kan penjaga kamu dulu,”kata dia. Kata-katanya yang kaku tiba-tiba berubah jadi ceriwis dan akrab. Sepertinya dia tipe makhluk yang cepat menyesuaikan diri.

“Jadi bagaimana ceritanya, ayo dong cerita cerita cerita. Harus! Atau…”perempuan itu menghentikan kata-katanya.

“Atau?”sang penjaga mengangkat kedua alisnya.

“Saya tidak akan pulang dan akan terus mengganggumu serta menghantuimu hihihihi”perempuan itu memasang muka mengancam lalu terkekeh seperti nenek sihir.

“Tidaaaaaak”dia langsung mengeluarkan asap seperti lokomotif. Wajahnya berubah abu kegelapan seperti awan yang terkena petir.

“Baiklah, aku akan bercerita tentang tempat ini. Toh percuma, kamu hanya akan mengingatnya sebagai mimpi di dunia nanti hehehe” kata dia sambil memamerkan dua gigi kelincinya.

Sang penjaga pun menyibakkan tangannya, lalu tiba-tiba saja gerbang dimensi itu terbuka. Suasana dimensi itu berubah-ubah sesuai dengan cerita yang dikatakan Sang penjaga. Hal ini seperti sebuah layar bioskop namun tidak memiliki tepi, semua bisa dilihat dengan sudut 360 derajat. Tak lama kemudian, Sang Penjaga mulai bercerita.

Jauh sebelum manusia dilahirkan ke bumi dan memiliki raga. Para roh berkumpul di tempat ini. Mereka mengapung melewati waktu yang sangat panjang, ribuan bahkan jutaan tahun cahaya.

Para roh tersebut memiliki rasa, namun bukan seperti yang manusia miliki sekarang. Rasa yang mereka miliki lebih murni tanpa ada campur tangan ketamakan, egoisme, dan kesombongan.

Setiap hari para roh bernyanyi suka cita bersama-sama memuji Sang Pencipta. Mereka saling menghormati, namun tidak bertegur sapa satu sama lain. Bisa dibilang rasa yang mereka miliki memang murni, tapi belum setajam apa yang manusia miliki sekarang. Kehidupan para roh yang terus menerus damai, bersuka cita dan kekal membuat jiwa mereka tidak terbiasa ditempa. Mereka ibarat mawar yang terapung di kolam, rapuh dan terombang ambing mengikuti arus.

Hingga akhirnya datang sebuah berita tentang Adam dan Hawa yang terlempar ke bumi. Para roh gelisah karena Sang Penjaga mengatakan merekalah yang ditugaskan untuk mengisi raga manusia keturunan Adam dan Hawa. Untuk pertama kalinya mereka kebingungan menanti waktu yang ditentukan. Apa yang akan terjadi nanti? Sanggupkah saya? Bisakah saya?

Melihat kegelisahan para roh tersebut Sang Pencipta tersenyum kemudian bermurah hati. Dia kemudian mengumumkan pesannya pada para roh.

“Simpan gelisahmu para roh, karena saya memutuskan kalianlah yang akan menentukan takdir kalian sendiri selama di dunia. Di sini kamu akan membuat perjanjian tentang banyak hal, namun kamu akan hilang ingatan segera setelah lahir ke bumi,”ujarnya.

Begitulah ceritanya hingga para roh tersebut melewati ribuan tahun cahaya untuk membuat perjanjian. Janji yang pasti akan dilakukan oleh roh yang memiliki raga di dunia. Padahal perjalanan yang mereka lalui di dunia hanya sebentar saja.

Mungkin kita akan bertanya, kalau para roh yang menentukan sendiri perjanjiannya, mengapa ada manusia yang mengalami takdir yang buruk. Kenapa gak semua manusia memilih hidup di dunia dengan cara yang enak dan gampang. Istilahnya muda senang-senang, tua kaya raya, lalu mati masuk surga.

Tapi kawan, perjanjian itu bukan hanya apa yang bisa dipikirkan oleh manusia yang pengetahuannya hanya sebatas dunia. Perjanjian itu sangat pelik dan melewati berbagai dimensi. Manusia yang hilang ingatan saat terlahir di bumi tidak akan mampu mencerna isi perjanjian tersebut.

Satu per satu perjanjian mereka lewati. Namun tidak ada yang lebih meresahkan perasaan mereka selain perjanjian mengenai jodoh. Di sini para roh diberi kesempatan untuk menentukan jodohnya masing-masing yang akan mereka temukan di dunia.

Para roh semakin gelisah. Bagaimana mereka menemukan jodohnya diantara miliaran roh yang ada di dimensi itu. Memang tidak mudah. Kegelisahan itulah yang membuat para roh untuk pertama kalinya merasakan nafsu, ingin memiliki yang terbaik.

Sang pencipta kemudian kembali memberikan pertolongannya untuk para roh. Dia mengatakan, bahwa para roh boleh memiliki nominasi terlebih dahulu.

“Silahkan pilih nominasi dengan jumlah yang membuat kamu nyaman. Buatlah perjanjian dengan mereka, tawar menawarlah, sampai akhirnya tercipta perjanjian diantara kalian satu sama lain. Itulah orang yang akan jadi jodohmu,”ujar Sang Pencipta.

Puncak kegelisahan para roh semakin menjadi saat mereka diharuskan memilih para nominasi tersebut. Tiba-tiba saja rasa mereka yang cenderung datar menjadi berfluktuasi. Ada gairah, suka cita, cemburu, amarah, sedih. Peristiwa dimana mereka diharuskan membuat perjanjian akan jodoh membuat jiwa mereka terasah terlampau tajam, gelisah.. sangat.

Memang apa yang dialami tiap roh berbeda-beda. Ada roh yang memilih untuk hanya memiliki satu nominasi, dan dia juga jodohnya. Ada roh yang memiliki nominasi sangat banyak sampai sulit dihitung, tapi akhirnya dia memutuskan satu jodohnya. Namun ada juga roh yang memiliki empat nominasi dan dia memilih untuk berjodoh dengan semuanya. Apapun itu, semua perjanjian dipilih oleh para roh tersebut. Makanya sangat lucu jika manusia di dunia seringkali menyalahkan takdir saat dia tidak berjodoh dengan seseorang. Padahal dia sendiri yang dulu memilih dan membuat perjanjian.

Lalu bagaimana dengan roh yang jodohnya tidak terlihat di dunia? Percayalah, dia memiliki jodoh. Namun ada alasan, yang lagi-lagi akal manusia tidak ketahui, yang membuat roh tersebut memilih menemukan jodohnya bukan di dunia namun di dimensi lainnya. Dan percayalah juga jika jodoh yang dia miliki di dimensi lain sama indahnya dengan jodoh yang dimiliki oleh para manusia di bumi.

Begitulah awalnya mengapa saat manusia hidup di dunia, mereka sering mengalami dejavu. Misalnya saja saat bertemu seseorang, hati manusia akan berkata “Sepertinya aku pernah bertemu dia, tapi dimana ya?” Atau ada juga yang pernah merasakan cinta pada pandangan pertama. Lalu manusia bertanya-tanya, ko bisa sih jatuh cinta sama dia pada pandangan pertama?

Tak heran bukan jika kita memiliki perasaan seperti itu. Tentu saja manusia itu merasa mengenalnya, karena mereka memang pernah bertemu sebelumnya. Memang manusia dihilangkan ingatannya saat lahir di bumi. Namun ternyata ada beberapa rasa yang telah tumbuh terlalu kuat di dimensi roh, sehingga berbekas saat berada di bumi.

Berbicara mengenai nominasi, mereka semua adalah manusia-manusia yang juga akan roh temui di dunia. Mereka mungkin adalah orang-orang yang sempat mengisi hati, atau bahkan memiliki tempat khusus dalam kehidupan manusia. Namun akhirnya mereka tidak berjodoh karena pada kehidupan sebelumnya gagal menyepakati perjanjian.

Perjanjian yang pelik juga membuat para roh memutuskan jalan cerita yang sangat bervariasi. Ada yang sederhana, ada juga yang rumit serta berliku. Namun sekali lagi, hal itu merupakan pilihan dari para roh itu sendiri. Seluruh roh yang mengisi raga manusia di bumi haruslah sudah menyepakati perjanjian yang telah dia buat sendiri tanpa paksaan apapun.

“Trus-trus aku gimana? Aku sama siapa?” tiba-tiba saja perempuan itu memotong cerita sang penjaga.

Sang penjaga kembali memutar bola matanya. “Kamu tau, kamu dulu sangat putus asa dan sempat memutuskan tidak memiliki jodoh,”ujar Sang Penjaga.

“What? Kenapa?”tiba-tiba perempuan itu bermuka pucat.

“Ya, ada beberapa nominasi yang datang menawarkan kekayaan, ketampanan, kebaikan juga kecerdasan. Tapi kamu hanya diam. Aku pun dulu tidak mengerti mengapa, karena kamu begitu tertutup,”ujarnya.

“Oh tidak, jadi tidak akan ada orangnya?” sang perempuan itu menunduk lemas.

“Ada”kata Sang Penjaga singkat.

“Oh ya? Apa yang dia tawarkan dalam perjanjian itu?” perempuan itu langsung bersemangat sambil mengguncangkan badan Sang Penjaga sampai berubah warna menjadi hijau, coklat dan biru.

“Waktu itu kamu bahkan sama sekali tidak melihatnya. Sampai dia datang dan mengatakan, bahwa dia akan menjanjikan tawa untukmu,”kata Sang Penjaga.

“Tawa? Maksudnya?”wajah perempuan itu kaget hingga membuka mulutnya. Matanya mengerling ke atas, berusaha berpikir keras.

“Ya, dia berjanji akan berusaha membuat kamu tersenyum setiap harinya dan tertawa bersama dengan hal-hal kecil dan konyol sekalipun”kata Sang Penjaga.

Perempuan itu tersenyum.

“Kamu pun langsung membalikan badan saat mendengar janji yang dia tawarkan, wajahmu sempat tersenyum. Tapi kemudian jadi ragu kembali,”Sang Penjaga melanjutkan perkataannya.

“Kenapa?”kata perempuan itu.

“Karena kamu menyadari sebagai orang yang tidak sabaran dan tidak suka jika menghadapi orang diam. Itu akan membuatmu merasa gemas berlebihan,”ujar Sang Penjaga.

“Ooh, ya sih. Lalu?” perempuan itu semakin penasaran.

“Tapi dia langsung berkata, kalau dia tidak akan membuatmu menunggu. Dia tidak akan membuatmu menunggu tanpa kepastian atau dengan diam. Akhirnya kamu pun dengan cepat memilihnya,” Sang Penjaga kemudian tersenyum

“Hmm…Lalu apa yang aku janjikan pada dia?”perempuan itu balik bertanya.

“Kamu menawarkan janji akan menjadi orang pertama yang percaya mimpi-mimpinya. Bahkan kamu akan menemukannya saat dia berada di bawah. Kamu akan jadi orang pertama yang mensuportnya saat orang lain meragukan kemampuannya. Mengetahui itu, dia langsung memilih kamu,”

“Oiya dia juga sempat khawatir saat keluar dari dimensi ini dan akan memasuki gerbang dunia. Dia bertanya padaku, kenapa dia tidak melihat kamu? Apakah kamu akan lahir jauh setelah dia lahir?” Sang Penjaga kemudian tersenyum nakal.

“Lalu?”

“Lalu aku pun berbisik padanya, tidak tuan, dia malah sudah lahir setahun lebih dulu. Kamu tahu sendiri kan dia tidak sabaran. Lalu dia pun tersenyum seolah memaklumi perkataanku,”tawa Sang Penjaga pun tidak tertahankan, dia tampak puas membalas aksi jahil perempuan itu.

“Eh? Hehehe kamu menyindirku ya” perempuan itu pun menjewer kuping Sang Penjaga.

“Baiklah…jadi dia siapa? Siapa namanya?” Perempuan itu kembali bertanya.

“No no no, itu tidak boleh disebutkan nona” Sang Penjaga langsung menjauh.

“Aaargh tidak, dia siapa dia siapa siapa siapa siapa?” perempuan itu langsung berdiri mendekati sang penjaga lalu membuat dia geli sampai warnanya berubah-ubah.

“Aak hentikan,”penjaga itu semaput.

“Siapa namanya siapa” perempuan itu tetap melancarkan serangannya.

“Aaak dia adalah…” mulutnya bergerak, tapi entah mengapa tidak terdengar suaranya.

“Siapa?” perempuan itu mengerutkan keningnya. Lalu tiba-tiba suasana sekitar menjadi aneh, semua terasa melayang. Tiba-tiba saja jiwa perempuan itu seperti tersedot.

“Aaak penjagaaaa kenapa jadi begini? Siapa orangnya please?”kata perempuan itu sebelum dia tersedot lebih jauh.

“Namanya……” dia menggerakkan mulutnya yang jika dibaca oleh ahli pembaca gerakan bibir dapat diartikan menjadi Jeremy Gemarista.

Tapi perempuan itu bukanlah orang yang bisa membaca gerakan bibir. Dia sempat bertanya sekali lagi, namun dia tetap tidak mengerti. Akhirnya jiwanya tersedot kembali ke dunia dan kembali pada tubuhnya. Dia kemudian terbangun dengan muka kusut dan bertanya-tanya. Namun dia sendiri lupa apa yang akan dia tanyakan.

Empat bulan kemudian, perempuan itu bertemu lelaki yang kemudian meminta dia jadi istrinya pada pertemuan mereka yang kedua. Lelaki itu lalu melamarnya pada orang tuanya, dan menikahinya setahun kemudian.

Dalam setiap pembicaraan, mereka selalu bertanya-tanya, “Ko bisa ya kita bertemu, lalu langsung klik begitu saja”? Semua prosesnya berjalan begitu cepat. Meskipun demikian, sampai sekarang mereka masih merasa bahwa satu sama lain merupakan pilihan terbaik. (tdk)***

Untuk seseorang yang sedang berulang tahun…

Nb: cerita ini hanya fiksi belaka. Jika ada kesamaan sifat dan nama tokoh, itu merupakan sesuatu yang disengaja

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *