Cahaya Temaram

Aku PCOs, Rahim Retro dan Bisa Hamil Alami

Tulisan ini dipersembahkan untuk semua perempuan yang terpaksa menerima kenyataan, bahwa impian untuk menjadi seorang ibu ternyata tidak semudah perempuan lainnya. Karena aku tahu banget rasanya ada di ambang putus asa saat mendapatkan vonis : anda sulit hamil.

Kalau dibilang terpukul mah pasti, terpuruk malah. Mungkin sebagian orang melihat aku seperti perempuan yang tanpa beban untuk menghadapinya karena tetap sering tertawa. Tapi itu semua karena aku tidak terlalu nyaman berbagi kesedihan sama orang di sekitarku. Aku lebih senang tertawa bersama daripada membuat orang lain jadi ikut muram.

Nah di tengah masa terpuruk itu, aku sering banget baca pengalaman-pengalaman orang yang sama kaya aku, divonis susah hamil tapi akhirnya bisa juga. Tulisan-tulisan itu seperti memberikan harapan di tengah rasa putus asa aku. Sayangnya, ko hal semacam itu dikit banget ya di internet. Makanya aku berharap tulisan ini bisa ngasih tambahan buat menyemangati calon ibu dan ayah yang sedang berjuang menanti buah hati. Percayalah, kamu gak sendiri.

Long Distance Marriage

Aku menikah November 2011, tapi harus menjalani pernikahan jarak jauh. Suami ditugaskan oleh kantornya di Surabaya dan aku waktu itu bertugas di Depok.

Jujur aku gak siap buat ikut suami karena dia dipindahkannya jelang pernikahan, jadi mendadak banget. Dia juga punya pertimbangan khusus buat gak lama-lama di Surabaya. Setelah berdiskusi sama suami, akhirnya kita sepakat pernikahan jarak jauh dulu.

Nah dari keputusan itu saja sudah banyak banget pihak-pihak tertentu yang menghakimi pilihan kami dengan komentar-komentarnya. Terlebih sorotannya lebih banyak sama aku yang dibilang ko istri gak ikut suami.

Tudingan itu lumayan membuat tekanan juga pada awal pernikahan kami. Padahal hubungan aku sama suami baik-baik aja. Kami sudah dewasa, punya alasan untuk keputusan ini. Tapi kami berdua memilih untuk diam saja menghadapi tudingan itu. Seperti sebuah pepatah “tak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak mempercayai itu”.

Kenyataan Pahit

Aku dan suami pacarannya lumayan singkat, hanya enam bulan trus langsung lamaran. Selain itu, kami LDR juga Bandung-Jakarta (waktu pacaran, aku masih bertugas di Bandung dan suami kerja di Jakarta).

Tapi, ini pacaran paling berkualitas yang pernah aku alami. Kami benar-benar sudah punya tujuan yang sama untuk menikah. Selain itu, kami juga banyak mengobrol tentang rencana masa depan, misalnya tentang bagaimana mengatur keuangan pas rumah tangga, istri bekerja atau tidak, mau punya anak atau enggak, langsung punya anak atau tidak, terus gimana kalau gak punya anak? Mau lanjut atau tidak? Semua disepakati sebelum menikah.

Hasilnya kita sama-sama ingin segera punya anak. Tapi kalau emang gak dikasih rejeki, kita sepakat untuk terus mempertahankan pernikahan.

Meskipun begitu, awalnya kami tergolong santai dalam punya anak. Pertama, belum setahun pernikahan jadi dinikmati saja, itung-itung puasin masa pacaran. Kedua, karena kami berjauhan juga.

Sampai ketika sembilan bulan pernikahan kami, aku mengalami sakit di bagian perut bawah. Waktu itu hari lebaran dan besoknya berencana untuk pergi ke Sumedang mengunjungi nenek suamiku. Tapi sakitnya gak tertahankan sampai guling-guling di kasur. Aku lalu diberi kompres air panas, jadi baikan.

Besoknya aku memaksa buat tetap pergi ke Sumedang karena tidak enak sudah janji dengan mertua. Tapi di perjalanan, sakitnya tiba-tiba kumat. Alhasil aku kembali guling-guling di jok belakang mobil. Keluarga akhirnya memutuskan membawa aku ke UGD.

Dari situ dokter bertanya lagi hamil gak? Aku bilang gak tau, karena sudah telat dua minggu tapi negatif saat test pack. Dokter mengatakan aku infeksi saluran kencing. Tapi untuk amannya aku harus cek ke dokter kandungan juga.

Usai lebaran, aku cek di rumah sakit yang ada di Bandung. Setelah di USG dan sebagainya, dokter lalu meminta buat datang lagi minggu depannya. Akhirnya dokter memvonis aku menderita PCOs. Lalu dokter menyarankan aku pakai pil KB.

Aku bingung kok pakai pil KB? Aku kan mau hamil. Ditanya seperti itu, dokternya langsung saklek banget ngomongnya, “kalau gak gitu, ibu gak bakalan bisa hamil”. Waduh.

Aku inget banget waktu itu sendirian ke dokter karena suami harus balik ke Surabaya. Aku ngerasa shock banget mendengar omongan dokter tersebut, sampai nangis sambil nyetir mobil sendirian.

Kalau dipikir-pikir aku kemarin-kemarin sering banget kaya gitu, nyetir sendirian sambil nangis-nangis abis pulang dari dokter. Itu bahaya banget memang. Bukan hanya buat aku, tapi juga bahaya bagi pengendara lain dan pejalan kaki yang ada di sekitar jalan tersebut.

Jadi buat para suami, sebisa mungkin dampingi istrinya saat ke dokter ya, baik yang lagi program hamil atau tes apapun. Biar bisa menjaga istrinya kalau ada berita buruk. Selain itu, suami juga bisa mendapatkan penjelasan yang lebih baik dari dokternya dan bisa saling berbagi beban.

Tapi buat perempuan yang terpaksa gak bisa ditemani suami kaya aku, jangan cengeng! Kita harus setrong! Kamu bisa!

Pindah Dokter

Setelah dapat vonis itu, aku langsung browsing di internet tentang PCOs. Secara garis besar PCOs merupakan kondisi dimana terjadi ketidakseimbangan hormon yang dibutuhkan untuk ovulasi. Hal itu menyebabkan telur tidak cukup besar untuk pecah dan siap dibuahi sperma.

Kondisi itu juga menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. Karena untuk haid, biasanya kan harus ovulasi dulu, baru luruh. Nah ini ovulasinya aja susah.

Lalu aku mengingat-ngingat lagi. Perasaan pas gadis, siklus haid aku lancar-lancar aja. Baru pas nikah ini malah aku jadi gak teratur.

Aku pun gak langsung pasrah gitu aja. Aku cari dokter lain untuk opini kedua. Untuk alasan praktis, aku memilih dokter di Depok karena waktu itu aku menetap di kota ini. Dia dokter perempuan dan pasiennya alamak banyak banget. Kamu gak bisa dateng, terus langsung mendapatkan perawatan dia. Kita harus telepon dulu, dan bisa aja teleponnya sekarang, kebagian konsulnya minggu depan atau dua minggu lagi.

Pertama konsul ke dokter itu, dia ramah dan kelihatan pintar. Awalnya sih dia kelihatan optimis, mengatakan bahwa gak semudah itu vonis seseorang mengidap PCOs.

Akhirnya dia memutuskan buat terapi hormon selama tiga bulan. Selama tiga bulan itu aku dikasih obat yang bisa membesarkan sel telur aku. Lalu, pada hari ke-9 sampai 11 sejak hari pertama mens, aku diminta datang cek kondisi telur dengan menggunakan USG Transvaginal. Bulan pertama, hasilnya menggembirakan banget. Ada telur yang cukup besar, dua malah. Jadi aku berpotensi punya anak kembar.

Memang potensi buat punya anak kembar bagi penderita PCOs itu lumayan besar. Karena penderita PCOs biasanya memproduksi telur lebih dari satu. Tapi ya itu, ukurannya pada kecil-kecil.

Dokter pun menyarankan supaya aku segera berhubungan badan sama suami. Jadinya aku terbanglah ke Surabaya. Begitu seterusnya sampai bulan ke-tiga.

Tapi gak jadi juga. Aku berpikir ya ada faktor capeknya juga mungkin ya dan lain-lain.

Nah yang lebih membingungkan adalah, usai terapi hormon siklus haid aku malah jadi makin gak jelas. Dari situ dokter lalu menyarankan aku buat pakai pil KB. Nah kan sama kaya dokter sebelumnya.

Lalu aku bertanya, kenapa dokter? Dokter menjelaskan jadi pil KB itu kan terapi hormon juga yang berguna buat “membenahi” siklus haid kita. Memang sih jadinya gak bakalan hamil dulu selama tiga bulan pakai pil KB. Tapi setelahnya, siklus haid aku bisa lancar seperti saat mengkonsumsi pil KB tersebut.

Oh gitu, ngerti aku. Sambil berpikir, kenapa ya dokter sebelumnya gak menjelaskan lebih detail seperti ini.

PR yang Semakin Banyak

Selain PCOs, dokter ini juga langsung tau kalau kondisi rahim aku retro alias terbalik. Kondisi ini sedikitnya berpengaruh sama kesuburan. Jika pada kondisi normal, mulut rahim searah dengan keluarnya sperma sehingga bisa langsung berenang ke indung telur. Beda sama rahim terbalik, sperma jadi gampang keluar lagi setelah berhubungan karena mulut rahimnya tidak searah dengan keluarnya sperma.

Nah kan, nambah lagi satu PR aku buat jadi calon ibu. Dokter lalu menyarankan supaya setelah berhubungan, pinggul aku ditinggikan dengan diganjal bantal. Itu berguna untuk membantu proses jalannya sperma. Berapa lama? Minimal sejam, kalau bisa semalaman. Wew, pegel, ya sih, tapi namanya juga berjuang.

Dokter juga menyarankan supaya suami aku diperiksa. Soalnya kalau bermasalah, justru terapi pada laki-laki ini lebih lama. Alhamdulillah suami aku langsung bersedia diperiksa. Soalnya banyak kasus temen aku yang suaminya gak mau diperiksa atau kurang kooperatif pas program hamil. Entah karena gengsi atau alasan lain aku kurang paham. Duh kalau kaya gitu repot ya. Dari segi mental juga sang istri bakalan ngerasa berjuang sendiri. Padahal ini sesuatu yang harus dijalani bersama-sama.

Hasil pemeriksaan sperma suami secara jumlah dan kecepatan normal. Tapi ternyata kualitas yang memenuhi syarat hanya 1-2 persen. Normalnya kualitas sperma yang baik itu di atas 4 persen. Namun setelah konsul ke dua dokter, mereka mengatakan gak usah terapi, cuman dikasih vitamin, disuruh olah raga, sama jangan terlalu stres saja.

Nah dari sini setidaknya aku udah punya catatan PR program hamil aku:

1. PCOs

2. Rahim terbalik atau retro

3. Kualitas sperma kurang memadai

Tes HSG

Balik lagi ke aku. Karena terapi hormon belum berhasil dan minum pil KB selesai tiga bulan, akhirnya dokter menyarankan untuk tes HSG atau pemeriksaan saluran tuba.

Ternyata pemeriksaan HSG ini buat aku trauma banget. Aku melakukannya di salah satu rumah sakit di Surabaya supaya bisa ditemani suami.

Untuk lebih tau gimana pemeriksaan HSG kayaknya mending google aja kali ya. Banyak sih yang bilang gak apa-apa dan baik-baik saja. Tapi buat aku, kalau bisa cukup sekali aja periksa HSG. Ngilu banget sampai pendarahan tiga hari lebih.

Tipsnya buat yang mau periksa HSG, nanya-nanya dulu aja kali ya di mana tempat yang bagus dan nyaman. Ternyata belum tentu rumah sakit yang punya nama besar bakalan enak juga treatmentnya. Aku nanya teman aku yang HSG di Bandung sih baik-baik saja.

Hasil HSG gak terlalu bagus. Paten sih, tapi banyak PR kaya ada infeksi dan lain-lain. Dokter akhirnya nyuruh aku buat terapi hidrotubasi. Istilah awam buat terapi ini adalah “ditiup”, fungsinya untuk membersihkan saluran yang tersumbat.

Nah dari sini aku agak bertanya-tanya sih. Loh masalah utama aku kan PCOs dan belum tertangani. Tapi ko dokternya malah fokus ngobatin saluran tuba aku. Belum lagi dia sudah kasih rekomendasi buat bayi tabung aja. Aku berpikir apa dokter ini sudah nyerah ya, tapi dia gak mau bilang.

Tapi ya udah aku jalani aja dulu yang dia suruh. Ini juga pesan dari bunda aku buat gak ganti-ganti dokter, biar lebih fokus.

Sebelum hidrotubasi, aku disuruh terapi dulu setiap hari selama sebulan. Aku lupa deh prosedur pastinya, mungkin bisa googling aja. Yang pasti dalam sebulan itu aku disuntik beberapa kali lalu dipanasin juga perut bawahnya setiap hari.

Setelah terapi selama sebulan itu selesai, tibalah waktunya untuk hidrotubasi. Tapi ternyata, jreng-jreng….si dokter harus ke luar negeri dan lumayan lama.

Oke terhambat. Lalu gak berapa lama kemudian, ternyata aku juga ditarik ke Bandung untuk sementara sama kantor. Singkat kata sampai saat ini aku gak pernah mengalami hidrotubasi. Setelah itu, aku juga memutuskan buat gak program hamil lagi di dokter tersebut.

Alternatif

Lepas dari dokter itu, rasanya pengen berhenti promil dulu. Karena bisa dibilang stres banget gila.

Tiap bulan jalani terapi yang lumayan bikin ngilu lah ya. Lalu karena aku terapi hormon, jangan tanya deh naik turun emosinya kaya gimana. Kalau istilah akunya mah “fluktuatif sadis”. Mood bawaannya ngedrop mulu dan sering nangis sendirian tanpa sebab kalau malam-malam. Banyak pikiran juga bikin insomnia, sampai baru bisa tidur setelah adzan subuh bahkan jam 7 pagi. Untung jam kerja aku agak longgar.

Setelah semua terapi yang menguras fisik, emosi, dan isi dompet itu, harapan aku untuk hamil semakin tinggi dong. Tapi kenyataannya ternyata malah berseberangan sama harapan aku. Tiap bulan aku test pack dan hasilnya selalu negatif. Menghadapi kondisi itu, gak bisa dipungkiri membuat mental aku ngedrop berkali-kali.

Belum lagi entah kenapa dokternya moody banget. Kadang baik, kadang marah-marah karena aku salah ngejawab atau bingung sama produser rumah sakit yang berbelit. Setelah dijelasin, baru deh dia mereda karena menyadari kesalahan ada pada rumah sakit (tapi dia dah terlanjur ngomel-ngomel sama aku…errrr). Aku jadi mikir, oh mungkin gimanapun si dokter perempuan juga ya, kaya aku, yang kadang ada masa gak moodnya. Atau dia kecapean juga karena pasiennya terlalu banyak. Mungkin seperti itu, mungkin… (tapi buat aku sebagai pasien, jadinya bikin tambah drop secara mental).

Oke, aku putusin stop dulu. Bisa bengek kalau gini terus. Soalnya ya sebagus apapun terapi dan dokternya, gimana mau berhasil kalau akunya malah stres berat kaya gini. Aku sih mikirnya kaya gitu.

Tapi usaha buat punya bayi bukan berarti berhenti sampai di situ. Aku mulai lah beralih ke alternatif.

Pertama, urut rahim. Dari mulai sama emak-emak yang soft banget pijatannya lalu perutnya ditiup-tiup, sampe ibu-ibu yang hardcore neken-neken perut bagian bawah aku. Ngeri-ngeri sedap gitu. Mereka sih pada bilang rahim aku bagus cuman “agak jauh” aja. Mungkin maksud mereka bagus karena memang gak ada kista dan miom ya.

Alternatif kedua adalah pijatan juga, tapi di kaki. Ampun maaaak, sakitnya sadis banget sampe keluar keringat dingin dan teriak-teriak. Itu sama bapak-bapak muda. Ada lagi bapak-bapak tua, sama sakitnya. Suami aku juga dipijat. Terus kita disuruh minum ramuan tradisional gitu.

Terus kita juga minum nutrisi-nutrisi yang katanya sih alami dan bisa bantu program hamil misalnya susu x atau madu Z. Ada juga suplemen ini dan itu. Tapi ya belum berhasil sih.

Aku juga sempat cuti di luar tanggungan selama tiga bulan dan tinggal di Surabaya. Tapi bukan buat program hamil sih, gak tahan aja kelamaan jauh-jauhan hahaha.

PCOs Insulin Resistance

Setelah pulang cuti panjang dari Surabaya dan belum hamil juga, aku jadi semangat buat program hamil lagi. Kali ini aku mau coba di Bandung, karena kabarnya di sana banyak dokter bagus buat program hamil. Terlebih kantor memutuskan agar aku bertugas lagi di Bandung.

Berdasarkan hasil pengamatanku, memang pada dasarnya semua dokter kandungan bisa memberikan program hamil, tapi ada dokter tertentu yang terbiasa menangani masalah infertilitas. Bahkan ada dokter yang secara khusus belajar dan memiliki gelar sub spesialis infertilitas.

Kalau mau coba program hamil, bisa ke dokter itu sih. Selain lebih fokus, kita juga bisa ngobrol sama pasien lain sambil menunggu antrian. Beda sama obgyn pada umumnya, saat ngantri biasanya dalam ruangan itu dikelilingi sama ibu-ibu hamil. Itu tuh kalau aku, ngaruh banget lagi sama mental. Ibaratnya aku jadi orang menyedihkan di tengah-tengah lautan orang-orang bahagia gitu. Haha sentimentil banget ya? Tapi emang ada ya yang nggak sentimentil saat dihadapkan kondisi yang sama kaya aku?

Namun ternyata pada akhirnya aku malah milih dokter obgyn umum lagi. Gara-garanya ada teman aku yang baru melahirkan. Saat hamil tua dia divonis punya banyak masalah sama dokter sebelumnya. Sampai akhirnya dia ketemu dokter ini dan baik banget, komunikatif dan bisa mematahkan vonis dokter sebelumnya. Misal yang tadinya harus caesar jadi normal dan baik-baik saja.

Karena komunikatif itulah aku coba ke dokter tersebut. Dokternya laki-laki, tapi ya sudah untuk kali ini aku abaikan gender yang penting bagus. Memang dia sangat komunikatif bahkan langsung memberikan nomor HP dan pin BBM. Aku konsultasi sama dia dan akhirnya disuruh tes darah di laboratorium untuk mencgecek kadar LH, FSH, Gula darah.

Dari hasil lab diketahui kalau kadar perbandingan LH dan FSH aku tinggi banget sekitar 8 padahal harusnya sekitar 2. Dari situlah aku baru tahu kalau aku termasuk kategori PCOs insulin resistance atau disebut juga diabetes tipe 2. Tubuh aku kaya yang sulit (kehilangan sensitivitas) buat mendeteksi insulin, jadinya malah terus memproduksi dalam jumlah banyak dan akhirnya mempengaruhi hormon reproduksi aku.

Setelah aku baca-baca lagi, kurang subur cuman salah satu akibat kelainan tersebut. Setelah itu ada lagi penyakit yang mengintai penderita PCOs insulin resistance, seperti resiko tinggi diabetes (7 kali lebih resiko), jantung, kanker rahim dan stroke. Sigh…

Akhirnya dokter memilih cara alami dulu dengan mengendalikan kadar insulin aku. Caranya yaitu dengan diberi obat seperti penderita diabetes. Lupa sih namanya apa. Aku setuju sih dengan caranya yang gak langsung push pake hormon-hormonan. Dokternya ingin mengobati dari akar masalahnya dulu.

Tapi masalahnya, dokternya ko pesimis gitu ya dengan progressnya. Waktu itu, aku langsung saklek sih nanya “jadi gimana kemungkinan saya bisa hamil?” nah ditanya gitu si dokter langsung menunjukkan ekspresi gak yakin gitu. Dia bilang aku sulit hamil karena hasil labnya tinggi banget sampai delapan.

“Hmm..sulit sih, tapi dicoba aja,”begitu kata dia dengan mimik wajah ragu-ragu. Waduh, bagaimana aku mau optimis kalau dokternya saja sudah pesimis.

Dokter tersebut juga sempat menawarkan aku untuk jadi semacam sample percobaan gitu. Jadi ceritanya dia dan timnya sedang menguji sebuah obat herbal yang salah satu fungsinya mengobati PCOs seperti aku ini. Obat herbal itu semacam ingin naik kelas lah jadi obat resmi, tapi harus lulus uji dulu. Lalu si produsen obat herbal minta dokter dan timnya untuk menguji.

Nah aku ditawari jadi salah satu sample percobaannya dan dijanjikan fasilitas pengecekan general gratis secara lengkap juga uang transportasi. Tapi, di sini aku tidak diperkenankan untuk tau, obat apa yang diberikan : bisa kosong, obat herbal tersebut, atau obat kimia yang biasa diberikan pada penderita PCOs pada umumnya.

Pas ditawarin, duh ko rasanya nyes banget ya. Aku kan mau berobat, bukan buat jadi sample. Apalagi di situ ada perjanjian aku gak boleh terapi kehamilan ke mana pun selama percobaan yang lamanya berbulan-bulan itu (kalau gak salah selama delapan bulan).

Gaes, wajar gak sih aku sebel pas ditawarin kaya gitu? Terus pas konsul untuk ketiga kalinya, ditawarin lagi. “Ikut aja bu” gitu katanya.

Duh, jadi agak keganggu sih di akunya. Ko dokternya ngomongin proyek itu mulu, padahal aku sudah bilang tidak. Kalau buat kepentingan sosial sih mending, lah ini buat komersil. Tapi ya udah sabar aja, sambil nolak dan…pindah dokter.

Dokter Keempat

Di saat bersamaan, aku dapat kabar gembira kalau suami aku dipindahkan ke Jakarta. Akhirnya, proses lobi yang panjang dan alot selama setahun lebih supaya bisa pindah pun membuahkan hasil.

Aku pun segera menghadap pimpinan kantorku dan meminta buat pindah ke Jakarta juga. Yah, namanya juga usaha. Ternyata permintaanku direstui atasan, kebetulan memang saat itu sedang musim rotasi. Aku bersyukur karena dipermudah jalannya untuk bisa bareng sama suami. Memang kantorku lebih kekeluargaan sih, itu yang jadi salah satu pertimbangan aku stay kerja di sana.

Jadilah mulai Oktober 2014 aku menetap di Jakarta daaaan berdua suami. Yeay!

Di Jakarta, kami tinggal di kosan dulu tapi yang ada di pusat kota. Alasannya sebagai anak kampung, aku takut stres kalau rumahnya langsung kejauhan dari tempat kerja di Jakarta wkwkwkwk. Aku masih amazing sama orang-orang yang sehari-hari harus “dipepes” di dalam KRL. Meskipun mau gak mau entar aku bakalan ngalamin juga sih kalau dah punya rumah sendiri. Abis rumah yang nyaman di dalam kota Jakarta harganya udah bikin tepok jidat aja.

Nah begitu tinggal bareng suami, langsung dapat semangat baru dong buat program hamil lagi. Kali ini gak tanggung-tanggung, aku pilih rumah sakit yang top banget sama program ginian. Biayanya pun, uhuk, lebih mahal dari program sebelumnya. Kalau sebelumnya, budget buat program hamil sekitar Rp 500 ribu-Rp 1 juta per bulan. Ini mencapai Rp 2 juta per bulan. Tapi gak papa demi dapetin baby, gass pollllll.

Toh sejak bersama kita juga ada pengurangan biaya. Minimal biaya pesawat bolak balik dua minggu sekali dah gak ada kan. Belum lagi kita udah satu dapur. Jadi lebih hemat lah.

Akhirnya aku pun berkonsultasi dengan salah satu dokter di sana. Dan seperti biasa aku di USG Transvaginal dan langsung dikasih obat hormon. Begitu juga suami yang dikasih obat segambreng.

Sampai akhirnya satu bulan program, ternyata aku mens lagi. Si dokter langsung ngomong : langsung inseminasi aja ya bu. Aku dan suami langsung pandang-pandangan. Oke, pamit mundur.

Alasannya :

1. Dokternya geber abis, dikasih obat hormon yang kalau harganya mahal pikiran aku sih bisa jadi dosisnya emang tinggi. Terus tiba-tiba saja inseminasi. Kenapa gak coba cara alami tiga bulan dulu aja ya seperti dokter lain? Sebenernya di sini yang lebih gak simpatik sama dokternya tuh suami aku sih hehehe.

2. Kami baru saja tinggal seatap. Kami sempat berpikir, ya coba dulu secara alami saja. Kasih kesempatan dulu lah semesta merestui kita untuk memiliki anak secara alami.

3. Biaya. Ini gak boleh diabaikan. Aku nanya sama susternya, berapa biaya inseminasi? Rp 8 juta sekali inseminasi bu. Ogt. Lalu aku bacar-baca lah pengalaman inseminasi dan juga artikel terkait tindakan tersebut. Ternyata presentasi keberhasilannya kecil, cuma belasan persen. Seringkali inseminasi dilakukan berulang setiap bulan, terus diulang sampai empat kali. Itu berarti kalau mau maksimal, aku harus nyiapin uang Rp 32 juta kan? Belum lagi setelah inseminasi gagal, kita biasanya dikasih opsi berikutnya yaitu bayi tabung. Sementara biaya bayi tabung sekarang sudah di atas Rp 50 juta. Jadi total aku harus menyiapkan Rp 100 juta.

Hmm, ya bisa saja sih nurutin emosi buat ikutan geber. Tapi gini deh, aku belum punya rumah. Dan sebagai wartawan ekonomi (hahaha) aku punya perhitungan sendiri :

Persentase kemungkinan harga rumah dan tanah naik setiap tahun : 99,99%

Persentase kemungkinan aku berhasil inseminasi : < 20%

Jadi mending beli rumah dulu kan? Pake logika aja deeeh 😀 😀

Lagian balik lagi ke soal nomor 2. Kenapa gak coba alami dulu aja. Dan untuk coba secara alami, kita harus mengurangi stres. Salah satunya dengan meningkatkan ketenangan hidup, seperti misalnya punya rumah sendiri.

4. Ini kebetulan banget dan sering bikin aku berkaca-kaca kalau inget. Beberapa hari setelah pulang dari dokter dan direkomendasikan insem, aku dan suami berkunjung ke rumah om aku yang istrinya lagi sakit kanker payudara.

Tante aku ini dulu sempat susah punya anak juga. Entah berapa tahun dia program. Dia lumayan gigih sih. Lebih gigih dari aku.

Tapi tiba-tiba aja dia ngomong, “de, kalau bisa kamu terapi hamil yang alami aja. Tante sekarang baru tau kalau kanker ini ternyata dipengaruhi sama terapi hormon yang dulu sering dilakuin,”kata dia.

Aku sempet kaget. Baru tau juga. Emang tante aku itu sempat inseminasi beberapa kali. Menurut om aku, terapi hormon kan seperti merangsang hormon itu di luar batas kewajaran ya. Nah itu bisa mengaktifkan sel kanker juga.

Pas pulang, aku searching lah di internet. Ternyata banyak juga artikelnya mengenai pengaruh terapi hormon sama kanker payudara. Mereka saranin buat terapi hormon gak lebih dari tiga tahun. (Yang aku dapat di internet begitu, tapi silahkan cek lagi ya atau bertanya pada ahlinya).

Dan yang bikin aku gemeter adalah, itu kata-kata terakhir tante sama aku. Sebulan kemudian beliau meninggal dunia.

Sejak saat itulah aku dan suami memutuskan buat stop dulu ke dokter. Setidaknya kasih waktu lah buat tubuh ini mendetoks sisa-sisa terapi yang kemarin. Pas ibu aku tau cerita itu juga dia langsung dukung aku buat stop. “Udah berhenti aja ya, kalau udah pengen banget punya anak, adopsi aja”kata ibuku.

Kami juga ingin fokus beli rumah. Sering aku dan suami berpikir, anak kami akan datang di saat kita memang sudah siap. Kami sering berkhayal, mungkin kita harus barengan dulu biar pas hamil ayahnya bisa jagain, mungkin kita harus punya rumah dulu biar bayinya nyaman, dll.

Jadi buat kami, membeli rumah semacam ikhtiar buat punya buah hati juga sih. Harapannya nanti dia bisa tumbuh di tempat yang nyaman dan orang tuanya juga tenang karena finansialnya terencana. Jadi, kita bisa lebih fokus buat membesarkan anaknya. Well ini semacam positif thinking aja sih dari apa yang kita alami. Daripada terusan bersedih, mendingan diambil hikmahnya saja.

Titik Rendah

Meskipun akhirnya memutuskan berhenti total dari program hamil secara medis. Aku tetap menjalankan rules dari wejangan-wejangan yang diberikan dokter sih. Misalnya berhubungan 2-3 hari sekali. Tetap menyematkan bantal di bawah panggul setelah berhubungan. Tetap posisi misionaris. Tetap….argh pokoknya segala peraturan lainnya.

Aku? Iya, bukan kami. Aku memaksakan semua harus kaya gitu, termasuk sama suami aku. Dan itulah yang lama kelamaan memicu perselisihan. Misal suami yang masih aja gak inget kalau hari itu jadwalnya berhubungan. Atau printilan lainnya yang ujungnya malah bikin kami bertengkar.

Berbulan-bulan tinggal bareng, usaha itu gak membuahkan hasil. Malah jadinya bikin hubungan aku sama suami jadi kaya robot dengan rules-rules gitu. Dan kalau suami lupa sama salah satu rules, aku ngambek, ujungnya ribut lagi.

Lama-lama masalah ini bikin kita jadi ngerasa aneh sendiri. Awalnya aku gak berani buat ngungkapin kalau “aku tuh capek banget”. Iya, aku capek kalau berhubungan aja harus dijadwal kaya robot. Gairah? Bye bye udah gak penting lagi. Belum lagi perintilannya, kaya harus diganjel pinggulnya pake bantal semalaman. Jujur deh, pegel kan?

Awalnya aku gak berani buat ngakuin kalau aku pingin berhenti aja buat usaha. Malah aku sering menyalahkan diri sendiri, gimana mau jadi ibu kalau berkorban segitu aja udah nyerah.

Lama aku mendem perasan itu sendiri, sampai akhirnya ngerasa ko pernikahan ini hambar banget ya, ko hidup aku payah banget ya, dan pemikiran-pemikiran aneh lainnya. Puncaknya aku sempat berpikir buat pisah aja biar suami bisa punya anak sama perempuan lain. Suami waktu itu kaget banget dan jadi ikut nangis karena aku berpikir kaya gitu.

Ternyata Obatnya : Bahagia

Sampai akhirnya aku lepasin semua pikiran-pikiran aku. Akhirnya aku memutuskan buat obrolin semuanya sama suami. Sebenarnya aku percaya sih dia orang yang menerima aku. Tapi buat bilang kalau “aku tuh capek berharap punya anak” kayaknya ko duuuh berat banget ya.

Tapi kali ini, aku obrolin semuanya blek. Kita juga saling buka-bukaan mengenai masalah-masalah lainnya yang ada antara aku dan suami.

Dan jawabannya, suami justru mendukung aku buat rileks menghadapi semua. Dia menegaskan kalau dia mau sama aku terus sampai tua, baik dengan atau tanpa anak. Suami bilang kalau tujuan awal dia menikah ya hidup sama aku. Kalau masalah punya anak atau enggak mah itu rejeki. (ini pernah diobrolin pas sebelum nikah, tapi dia memastikan kalau pikiran dia tetap sama).

Sejak saat itu, aku mulai menata hati. Aku mulai melepaskan semua beban buat punya anak. Karena memiliki anak itu adalah sesuatu yang unik, bukan sesuatu yang rumusannya baku dan seringkali gak berbanding lurus.

Ini berbeda dengan ketika aku ingin mendapatkan nilai bagus di sekolah, aku bisa mendapatkannya dengan rajin belajar. Kalau aku ingin menang lomba lari, aku bisa berusaha dengan berlatih keras setiap hari. Tapi punya anak? Kadang yang berusaha keras siapa, yang dapat malah orang yang tidak dalam keadaan ingin punya anak.

Jadi aku mulai memutuskan untuk terus berjalan, mencoba lebih bersyukur atas semua yang aku miliki. Aku memutuskan untuk bahagia dengan kehidupan yang telah Allah berikan sama aku.

Aku mulai mengingat kembali, sebenarnya tujuan hidup aku buat apa sih? Ya aku pribadi sih jawabannya adalah, untuk beribadah pada Allah SWT —> ini yang pertama.

Poin kedua : Iya, memang banyak orang yang bilang kalau anak itu sumber kebahagiaan. Tapi kalau misalnya aku gak punya anak, emang aku gak boleh bahagia? Ini hidup aku, dan aku ingin bahagia dengan atau tanpa anak. Aku gak mau hidup muram. Aku orang yang senang tertawa dan ingin begini terus.

Ketiga, aku coba buat melihat orang-orang terdekat aku. Emang ada ya yang mempermasalahkan aku buat punya anak atau nggak? Mulai dari suami, ibu (ayah udah lama meninggal), sampai mertua, gak pernah tuh sekalipun membahas kenapa aku belum hamil. Apalagi sampai menyalahkan aku.

Aku percaya mereka berharap banget aku hamil. Apalagi baik buat ibu aku atau mertua, bisa dibilang ini seperti sama-sama menanti cucu pertama. Belum ada kehadiran anak kecil di keluarga besar kami. Tapi ya aku ngerasa mereka sama-sama menahan diri buat gak membahas masalah itu. Padahal beuh, saudara-saudara yang lain udah bawelnya minta ampun bahas kami yang belum punya anak. Demi apa orang tua dan mertua bersikap kaya gitu? Ya apalagi kalau bukan demi menjaga perasaan kami berdua. Ini buat aku sebagai bentuk dukungan dan pengorbanan dari mereka. Terus pertanyaannya, aku yang udah dibela gitu masa malah uring-uringan sendiri?

Keempat, aku ingat ucapan salah seorang temanku. Dia lebih tua 10 tahun dari aku. Waktu aku nangis abis pulang dari dokter, aku ketemu sama dia. Lalu dia bilang, “Oke kondisi kamu kaya gini. Tapi kalau kamu gak mendapatkan satu goal dalam hidup kamu, apa kamu harus kehilangan kesempatan untuk mendapatkan goal lainnya?”

Kata-kata itu terngiang terus di telinga aku. Iya, udah banyak banget rencana yang tertunda selama tiga tahun pernikahan. Misal, aku sempet lulus tes S2 di salah satu PTN, tapi aku cabut lagi karena ingin fokus sama suami yang long distance dan program punya anak. Terus aku juga bercita-cita ingin jadi penulis fiksi dan lagi-lagi tertunda. Fisik dan emosi aku terkuras habis gara2 jauhan sama suami dan program hamil ini.

Akhirnya aku memutuskan untuk fokus sama cita-cita tersebut. Alhamdulillah suami dukung banget. Dia juga bilang kalau dia punya cita-cita dan sedang merintis usahanya. Akhirnya kita berdua sepakat buat saling dukung ngejar cita-cita masing-masing.

Aku pun mulai bikin goal kecil-kecilan dalam hidup aku. Gak usah yang ribet-ribet sih, misalnya aku mau nulis cerpen seminggu sekali dalam sebulan. Lalu aku mulai ikut kelas menulis fiksi.

Di sisi lain, aku juga buat goal seru-seruan yang bermanfaat yaitu ikut event Mandiri Jakarta Marathon. Ide dasarnya sih kita ngerasa butuh banget olah raga. Apalagi badan aku jadi melar banget. Aaargh, aku gak mau melaaaaar, pengen kece sampai tua. Begitu pikir aku.

Aku juga butuh olah raga karena tubuh makin ringkih. Dan inget, aku punya PCOs insulin resistance dengan resiko penyakit-penyakit serem yang menyertai. Ternyata itu gak bisa disembuhin gaes, tapi kalau diminimalisir efeknya bisa banget. Salah satu caranya yaitu dengan gaya hidup sehat dan berolah raga.

Nah biar semangat latihannya, kami berdua berpikir kayaknya kita harus punya pemacunya deh. Caranya yaitu dengan ikut event-event lari yang kebetulan lagi booming sekarang. Saat mempersiapkan buat event itulah kita jadi semangat buat olah raga.

Acara Mandiri Jakarta Marathon itu digelar tanggal 25 Oktober 2015. Jadilah aku sejak akhir Agustus mulai rutin lari pagi atau sore, minimal lima kali seminggu. Ini buat persiapan ikut Jakarta Marathon supaya bisa sampai finish di bawah 90 menit (ini syarat buat dapat medali). Emang sih cuman ikut yang 5 km, tapi kan aku dah lama banget gak lari jarak jauh. Aku juga mengimbangi olah raga dengan mengurangi ngemil dan minum vitamin C.

Gak kerasa goal-goal itu bikin aku kembali memiliki gairah hidup. Aku jadi bersemangat tiap harinya. Menulis juga ampuh buat terapi stres aku. Aku jadi sering tertawa lagi.

Aku juga mulai melupakan rules-rules dalam program anak. Udah gak ngatur-ngatur lagi kapan berhubungan, apalagi pake ganjalan bantal. Semua dibikin enjoy dan serileks mungkin.

Suami juga merasakannya. Dia juga jadi bersemangat, termasuk sering menemani olah raga bareng. Dan setelah apa yang kita lalui sebelumnya, aku jadi makin amazing aja sama sikap suami aku dalam menghadapi semua masalah. Aku jadi lebih bersyukur menemukan jodoh yang tepat karena bisa berkomunikasi dengan baik satu sama lain.

Selain itu, kita juga mulai mewujudkan impian buat menyicil rumah. Alhamdulillah keinginan itu terwujud meskipun masih menunggu proses pembangunan untuk ditempati.

Ternyata kita berdua bisa melewatinya, dan seperti seuntai peribahasa “apa yang tidak membunuh kita, akan membuat kita lebih kuat”. Begitu juga dengan hubungan kami yang jadi lebih kuat dan lebih saling percaya setelah melewati badai.

Test Pack eh Ovutest

Ini cerita gokil sekaligus bodoh banget sebenernya. Jadi aku terakhir mens kan tanggal 27 September 2015. Waktu itu aku lagi rutin-rutinnya lari dan nulis di blog.

Pas tanggal 27 Oktober, ko gak haid juga ya. Padahal udah beberapa bulan ini haid aku lancar dan tepat waktu. Aku mulai deg-degan. Yang kepikir pertama bukan hamil, tapi takut kaya dulu lagi yang gak mens sampai dua bulan.

Tapi aku coba santai dan menunggu beberapa hari. Mungkin agak telat, begitu pikirku. Sampai seminggu kemudian, si haid belum datang juga.

Akhirnya aku memberanikan diri buat test pack. Setelah program hamil dua tahun dan setiap test pack hasilnya satu strip terus, mencoba untuk test pack lagi tuh kaya masuk ke gua hantu. Tegang abis!!!

Sempet ogah-ogahan, tapi temen aku ngomporin gitu. Soalnya dia ngerasa aneh sama aku yang tiba-tiba gak nafsu makan (hujan gluduk dari mana coba). Iya, emang jadi enek sih, males makan. Aku juga heran ni payudara jadi bengkak dan sakit banget sejak dua minggu sebelumnya. Tapi kann….masalahnya adalah….tiap bulan sebelum mens, aku selalu merasakan yang namanya mual, payudara bengkak, dan pusing. Jadi buat aku tuh ini udah biasa banget hahahaha.

Tapi ya udah lah ya, berhubung bulan-bulan sebelumnya haid lagi lancar, kayaknya aneh aja tiba-tiba tersumbat. Namun berhubung hujan, aku coba ngorek-ngorek kotak obat di kamar, siapa tau masih ada persediaan test pack. Saat itu aku ngeliat sekotak kemasan berwarna biru. “Oh ternyata aku masih punya sensitif (test pack) sisa-sisa bulan kapan gitu. Lumayan lah gak usah beli lagi,”kataku.

Selasa (3/11/2015) dini hari, aku kebangun jam 3 pagi dan ingin buang air kecil. Ah ya udah deh sekalian aja test pack. Aku ambil dan buka kemasannya, terus test deh. Dari situ kaget dong ternyata langsung dua strip!!! Kebayang gak sih, hampir empat tahun test pack dan selalu satu strip, trus sekarang dua strip aja gitu. Seneng, sampai bangunin suami aku.

Tapi eh tunggu. Ko ada yang janggal ya, kenapa strip yang bawah lebih tebel dari yang atas. Kalau misalnya tebel garisnya gak sama, biasanya kan yang atas lebih tebel dari yang bawah.

Pas aku liat lebih seksama kemasannya, ternyata itu bukan test pack (alat penguji kehamilan) tapi ovutest (alat penguji kesuburan). Kampret!!!

Aku baru inget kalau dulu sempet beli ovutest iseng-iseng tapi belum sempet dipakai. Kemasannya kan sama-sama biru muda gitu karena mereknya juga sama, cuman beda tulisannya doang.

Nah kalau ovutest aku positif, berarti menunjukkan waktu itu aku lagi masa subur kan, bukan hamil. Terus aku baca-baca lagi di internet, mungkin gak sih elo subur saat elo hamil. Ternyata di artikel-artikel internet, kalo lagi ovulasi (subur) ya gak mungkin hamil lah. Dari situ aku lemes lagi, dan spontan nangis sambil gogosehan di kasur.

Tapi setelah capek nangis, sambil kiyep kiyep aku baca artikel lainnya. Ternyata bagi sebagian penderita PCOs, buat nyari masa ovulasi (masa subur) aja susah banget. Ada yang curhat kalau dia pakai ovutest setiap saat buat nyari masa subur, dan gak dapet-dapet. Dia sampai frustasi karena itu.

Dari situ aku coba bersyukur dan positif thinking. Karena aku tadi kan udah jelas hasilnya lagi masa subur jadi gak usah nyari-nyari lagi. Ya udah kenapa gak dicoba lagi aja nanti malam, sambil ngasih kode ke suami.

Sabtu (7/11/2015), aku ikut familiy gathering kantor suami di Trans Studio Bandung. Di sana aku bebas aja main-main wahana. Pas aku ke kamar mandi, ada flek coklat. Wah ternyata aku mens. Ya syukurlah akhirnya aku mens juga. Begitu pikirku waktu itu.

Malam minggu, kami memutuskan menginap dulu di rumah ibuku yang ada di Bandung. Paginya aku pun jalan-jalan pagi yang lumayan jauh sama ibu dan suami aku. Kerasa banget stamina aku ngedrop, sampai ibu aku yang jarang olah raga aja keliatan lebih kuat jalan kaki daripada aku. Pas aku cek siangnya, ko masih flek coklat juga. Mensnya mana?

Aku makin bingung saat Senin tiba-tiba berhenti aja fleknya, bersih sama sekali. Dari situ sempet kepikiran apa aku hamil, atau jangan-jangan mens aku gak lancar lagi. Sampai Selasa, si haid gak ada juga.

Rabu akhirnya aku shalat seperti biasa. Tadinya mau test pack, cuman Selasa pulangnya kemalaman. Akhirnya aku memutuskan test pack Kamis pagi. Tapi aku ingat Rabu pulangnya malam juga, dan kehujanan lagi. Alhasil badan aku pusing dan terasa ngedrop banget.

Kamis dini hari, aku coba test pack. Awalnya aku pastiin lagi, ini bener-bener test pack kan? Jangan sampai konyol lagi hadeuuuh.

Dan hasilnya, dua strip! Jelas banget lagi garisnya. Aku bengong trus bangunin suami aku. Dia cuman senyum terus meluk aku, terus tidur lagi. Jadinya aku bengong sendiri, ini bener gak ya! Aku liat lagi kemasannya, beneran test pack.

Gak tau kenapa aku gak seneng berlebihan. Yang ada tegang abis. Akhirnya aku coba pasrahin semuanya dengan shalat tahajud.

Paginya aku bertanya-tanya sendiri. Ko suami gak bahas ya. Dia lempeng aja mandi terus sarapan. Pas aku tanya, dengan polosnya dia ngomong “Oh jadi itu tuh beneran ya? Kirain mimpi,”

Gubrak…wkwkwkwkk!

Perjuangan Belum Berakhir

Paginya aku mutusin buat langsung cek ke dokter. Tadinya suami mau ikut, tapi aku bilang gak usah. Gak enak kalau dia bolos kerja.

Aku putusin buat ke RS Jakarta yang tempatnya gak jauh dari kosan. Ini tempat langganan aku dan suami berobat sejak pindah ke Jakarta. Dan cocok aja gitu sama dokter-dokternya, teliti dan gak jor-joran kasih obat. Gak tau kenapa ya rumah sakit ini gak begitu ramai. Apa mungkin ketimpa sama RS-RS mahal kaya Siloam atau MMC yang ada di sekitar kawasan yang sama? Entahlah.

Aku daftar, terus dokter yang praktek pas jam itu kebetulan dokter Nonny. Aku sempat browsing, namanya gak begitu banyak ada di internet atau forum ibu-ibu gitu sih. Pas aku ngobrol-ngobrol sama susternya, ternyata dia dokter internal di Bank Indonesia. Oh, pantesan gak begitu muncul ke luar.

Tapi yah berdasarkan pengalaman aku pas program hamil, dokter yang populer tuh gak selalu menguntungkan lagi. Banyak kelemahannya juga, misalnya antrian yang kelewat panjang dan nunggunya lama banget. Pas program hamil yang di Bandung, aku sempat nunggu sampai jam 23.30 WIB untuk akhirnya bisa diperiksa sama dokter. Jadi bikin kondisi fisik malah ngedrop.

Begitu juga yang di depok, dokternya capek banyak pasien. Akhirnya kadang periksa terburu-buru dan keluar kata-kata yang kurang berkenan deh.

Jadi selama kehamilan tidak bermasalah, menurut aku sih gak perlu ke dokter yang populer ya. Toh bukan berarti dokternya gak bagus juga, cuman lebih muda aja. Yang paling penting adalah kita cocok sama dokternya.

Setelah bertemu dengan dokter Nurul, dia akhirnya meminta aku buat USG transvaginal (again). Ini buat mastiin hamil atau nggaknya. Atau jangan-jangan aku hamil di luar rahim yang biasa disebut hamil anggur.

Dokternya lembut banget, sampai minta maaf gitu pas bilang harus USG transvaginal, katanya kan umurnya kemungkinan masih kecil banget buat USG perut. Ya, aku juga inget sih kata dokter-dokter aku sebelumnya, lemak yang banyak di perut aku bikin mereka kesulitan buat ngelakuin USG perut ke aku hehehe

Pas USG, taraaa udah terlihat kantung janinnya. Trus aku nanya, lah janinnya mana dok? Gak papa ya kalau kosong gitu? Dokternya bilang, iya bu ini kan masih muda banget, jadi janinnya masih kecil banget belum kelihatan. Tapi kalau udah ada kantung janinnya sih aman (maksudnya aku gak hamil anggur).

Tapi tiba-tiba dokternya bilang, “kayaknya ini deh bu bakal janinnya” sambil nunjukin titik kedip-kedip di dalam kantung.

“Oh iya itu kedip-kedip, cepet banget ya dok ngedipnya,”kata aku.

“Iya nanti dua minggu atau satu bulan lagi baru keliatan, sambil kita periksa detak jantungnya juga,”kata dokter.

Terus aku nanya, ko minggu kemarin aku ovutest malah positif ya. Dokternya bilang gak usah terlalu jadi patokan kalau yang itu, yang penting hasil USG nya aja. Berdasarkan hasil perhitungan hari pertama mens terakhir, waktu itu kehamilan aku berarti udah enam minggu lima hari.

Tapiiii, ternyata beritanya gak sampai di situ. Pas udah duduk kembali, dokter Nurul cerita kalau dia nemuin darah di dinding rahim aku. Itu artinya kandungan aku riskan banget. Apalagi pas aku cerita sempet ada flek, trus PCOs lagi. Langsung deh, dia bilang “Mbak bedrest ya, saya kasih surat buat istirahat. Jadi gak usah kerja dulu,”kata dia.

Dan gaya ngomong dokter Nurul yang tadinya lembut langsung jadi tegas gitu pas mewanti-wanti aku harus bedrest total. “Tapi mbak, ini bedrestnya benar-benar gak boleh kemana-mana loh. Kalau Senin masih kerasa kram, bedrestnya lanjut ya,”kata dia.

Oke, perjuangan belum berakhir. Ngomong-ngomong soal bed rest, aku ngerti banget kalau itu wajib fardhu ain hukumnya. Soalnya dari bocah suka diceritain sama bunda soal teman-temannya yang blek harus berbaring di tempat tidur saat hamil muda karena kandungannya lemah. Bahkan baru-baru ini, tantenya suami aku juga mengalami flek-flek pas hamil muda, dan disuruh bed rest. Akhirnya dia berhenti kerja dulu dan bener-bener gak kemana-mana selain di kamar dan ruang TV.

Apalagi sebelumnya aku baca artikel kalau PCOs insulin resistance itu, selain beresiko kena diabetes, jantung, stroke dll, dia juga beresiko tinggi buat keguguran. Oke, tarik napas, berusaha dan banyak berdoa. Bismillah.

Oia, dokter juga sempat nanya “kemarin emang abis inseminasi ya bu?” Aku jawab enggak dok, justru saya hamilnya pas lagi gak program apa-apa. Dokternya langsung nunjukin ekspresi kaget gitu sambil manggut-manggut.

Bedrest untuk Bedlover

Setelah dari dokter, aku langsung ngabarin suami. Aku juga lapor sama bunda, minta didoakan. Suami juga gitu, lapor ibu mertua sambil minta doanya. Bunda kasih wejangan aku buat rajin shalat Tahajud dan shalat Dhuha terus membaca Surat Al Kafirun.

Pas dikasih tau harus bed rest, aku sempet mikir bakalan bosen gak ya diem mulu di kamar. Biasanya aku bakalan stres kalau dikurung dalam kamar seharian gitu. Tapi ternyata, yang ada aku molor terusss. Gak tau kenapa capek banget bawaannya. Tenaga kaya disedot gitu. Abis beresin kamar sambil duduk aja, udahannya langsung kecapean terus tidur lagi. Meskipun udah tidur siang lama, malamnya lancar-lancar aja tidur jam 20 terus bangun jam 3-an buat Tahajud.

Kalau mual Alhamdulillah aku gak berlebihan. Cuman eneg aja, tapi gak sampai muntah-muntah. Supaya tetap bisa makan normal, aku coba mensiasatinya dengan minum teh manis panas dulu. Kalau enggak, aku coba pilih menu kuah yang panas. Itu membuat perutku yang mual jadi lebih baik.

Kalau ditanya ngidam apa, jawabannya mungkin bikin orang bilang “ewwww”. Tapi beneran ya aku ngidam ditemenin suami terus wkwkwkwk. Biasanya dia bebas aja gitu abis pulang ngantor mau kemana dulu. Kali ini enggak, jam 4 sore aku langsung telepon “mau pulang jam berapa? Cepetan pulang ya”. Pas akhir pekan juga sebisa mungkin dia gak berkegiatan sendiri kalau gak penting-penting amat.

Kalau ngidam makanan, biasa aja sih. Paling jadi lebih banyak lagi makan buah-buahan seger kaya jeruk, mangga, apel, dan jambu air. Aku sugestiin gak selalu ngikuti ngidam makanan. Soalnya kalau diturutin aku pasti ngidamnya sushi sama sashimi. Secara pecinta masakan jepang. Tapi gak bagus buat ibu hamil kan karena mengandung daging mentah.

Selain itu gak tega juga repotin suami. Karena hamilnya riskan, aku gak boleh turun dari tempat tidur. Aku jadi gak bisa masak, apalagi dapurnya ada di lantai empat kosan. Alhasil suami yang nyiapin semua kebutuhan aku dan pekerjaan rumah tangga.

Sebelum ke kantor dia siapin aku makanan dulu, cuci piring dll. Pulang kerja siapin makanan lagi, kadang beres-beres kamar, terus suka mijitin kaki aku juga biar aku tidur cepet. Jadi aku suka elus-elus perut sambil bilang “kita harus makasih sama ayah soalnya udah berjuang keras buat kita”. Mungkin karena itu jadi bayinya gak minta yang aneh-aneh heuheu.

Lima hari setelah bed rest, aku coba buat kerja. Tapi rempong dikit aja, udah pusing banget. Bunda dan orang-orang sekitar aku yang lebih berpengalaman pada nyaranin aku ambil cuti lagi aja seminggu. Jaga-jaga juga sampai kandungannya agak kuat. Aku turutin saran mereka. Soalnya dokter juga sempat menyarankan seperti itu.

Memang ada sebagian ibu hamil yang bilang, duh hamil kan bukan penyakit, jadi bersikap biasa aja. Hehe ya sih, buat yang ditoel dikit langsung melendung mah bisa banget ngomong gitu. Tapi masalahnya eike kan penantiannya panjang ya cyiiiin. Daripada ngambil resiko mending waspada aja. Lagian emang beneran lemes juga bawaannya. Mungkin faktor umur juga, aku kan hamil pertamanya pas udah kepala tiga.

Kekhawatiran aku bertambah saat baca-baca artikel di internet kalau ada kemungkinan BO alias janin gak berkembang. Jadi ada kantung janin, tapi janinnya gak berkembang. Hwaaaa, jadinya cemas sampai nunggu kontrol dua minggu lagi. Dari situ, kata dokter, baru ketahuan deh janin dan detak jantungnya. Ya Allah, tolong jaga janin dalam rahim baim ya.

Makanya aku sempat yang diem dulu gak ngabarin kehamilan ini sama banyak orang. Tapi demi melancarkan perijinan kerja, aku bilang lah sama atasan aku di kantor. Aku cuman cerita sama temen-temen setim di Jakarta dan beberapa teman dekat. Alhamdulillah, mendengar berita itu mereka pada ikut seneng sampai pada meluk, malah ada yang berkaca-kaca. Mungkin karena aku nunggunya udah empat tahun ya, jadi mereka ikut merasakan penantiannya gitu hehehe.

Dua minggu setelah kontrol pertama, akhirnya aku datang lagi ke rumah sakit. Tegang banget gila. Aku yang bertanya-tanya gitu dalam hati, BO gak ya? Duh pikiran buruk ko gampang dateng ya. Entahlah. Tapi aku coba nurutin kata bunda buat banyak dzikir kalau ada pikiran buruk.

Pas USG, Alhamdulillah si janin udah keliatan jelas sekarang. Aku juga diperdengarkan suara jantungnya yang cepet banget. Memang kata dokter detak jantung janin jauh lebih cepat dari manusia dewasa.

Dari pemeriksaan, panjang janin sudah mencapai 1,54 cm. Dokter bilang usia kehamilan aku 8 minggu 5 hari. Tapi usia janin 7 minggu 6 hari. Perbedaan bisa aja terjadi karena aku mensnya gak teratur.

Nah pas USG gitu kayaknya dokternya agak heran gitu deh sama ekspresi muka aku yang diem aja gitu wkwkwk. Seolah-olah kaya lempeng gitu. Dokternya sampai bilang “gak keliatan ya mbak layarnya?” sambil minta si suster buat minggir.

Terus aku langsung nyadar dan jawab “enggak ko dok, aku tuh amazing aja ngeliatnya, makanya bengong”. Akhirnya kita berdua pun ketawa bareng.

Mungkin dokter ngeliat pasien lain biasanya gimana gitu kalau baru USG dan ngeliat janinnya. Apalagi dokternya tau aku udah nunggu empat tahun. Tapi gimana ya, gak tau kenapa kali ini aku bawaannya tenang gitu. Padahal biasanya ekspresif banget heu heu. Mungkin karena gak nyangka aja ya akhirnya dikasih rezeki pas aku udah pasrahin semuanya sama Allah SWT.

Begitu pulang dari dokter, aku langsung menyelesaikan tulisan ini. Mudah-mudahan sharingnya bisa berguna ya buat yang membacanya. Mohon doanya juga supaya janinnya sehat dan lancar persalinannya nanti. Aamiin. (tdk)***

253 Comments

  1. hahn

    teh, selamat ya..
    semoga janinnya sehat sampai lahiran…
    *terharu*

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Makasih ya doanya 🙂

      Reply
      1. Neni

        luar biasa itu semua dapat aku rasakan karena aku mengalaminya selama hampir 10 tahun ini aku dan suami terus berjuang dan kemarin dr bilang pcos ah serasa tambah berat saja…finally aku serahkan pada Allah apa yang tidak mampu kami lakukan…
        Slamat yah anaknya sekarang sudah umur satu tahunan ya smoga slalu sehat aamiin

        Reply
        1. Didit Hendrawan

          Selamat mba, mungkin sekarang bayinya udh gede ya.:),
          Perjuangan mba, sm sperti perjungan sya dan istri saya, yg beda mba di jkt, sy di klimntan dan 2 bln skali bru ktmu, istri… istri sy juga pcos, dn 4 thn menikah, bru skitar 5 hr lalu tespeck positif hamil,,, dan hari ini lg k dktr tp blm klihatan, krna febuary kmrn tespeck negatif, bru bln ini skitr 5 hr lalu positif, hufttt .. doakan biar sehat bayi saya ya mba

          Reply
          1. cahayatemaram (Post author)

            Alhamdulillah anak saya sudah mau setahun. Selamat ya mas didit, semoga selalu sehat ibu dan bayi, dilancarkan prosesnya. Aamiin.

  2. Riena

    Teh Tiaaaaa ….. Congratulation…..sehat terus yaahhhh…..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Makasih ya doanya

      Reply
  3. rumi

    Hi Tia,

    Salam kenal, congrat ya…aku seneng bgt dengernya, finally usaha kamu berhasil. Aku n suami jg lg berusaha pengen punya momongan niy, krn usiaku kan udh mw 40, jd aku kyknya musti kejar tayang. Aku agak sulit ktn mslhnya saluran tubaku tersumbat, jdnya dokter udh saranin utk program bayi tabung…tp kalo kt kel ku, cuma yg di Atas yg nentuin bkn dokter. Anyway, cograt lg ya Tia…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Makasih ya mbak rumi doa dan ucapannya. Tante suami aku yg diceritakan di tulisan ini, baru nikah usia 38 tahun kalau gak salah, ya sekitar itu lah. Setelah sempat menunggu akhirnya hamil juga dan sekarang anaknya udah balita. Semoga terwujud doanya ya mbak, yg penting jangan lupa bahagia

      Reply
  4. nick setiawan

    Selamat y mbak atas kehamilan nya. Smoga baby & bunda sehat terus hgg persalinan. Baca kisah mbak sampe ikutan nangis (lebay deh hehehe), serasa berkaca pd diri sendiri. Sy jg sdg berusaha u/ program hamil, smoga sgera menyusul mbak y (mohon doa dr bumil nih hehehe) Aamiin…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semoga segera menyusul ya mbak. Yang penting, jangan lupa bahagia.

      Reply
    2. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semoga bisa segera menyusul ya. Yang penting, jangan lupa bahagia.

      Reply
  5. Fia

    Teh..congrats ya! Aku nangis bacanya huhuhu semoga debay sehat sampai lahir nanti aamiin..jaga kesehatan, byk konsumsi makanan yg sehat ya..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, makasih ya doanya

      Reply
  6. Memez

    Terharu deh bacanya… selamat ya…semoga lancar sampai lahiran. Saya masih berjuang nih 🙂

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Makasih ya doanya. Semoga Allah Swt mengabulkan doa mbak juga

      Reply
  7. Seruni

    Selamat y mba Tia, atas keberhasilannya untuk perjuangan yg panjang. Saya terharu sekali mba dengan kisahnya. Kisah panjang dari mba membuat saya termotivasi kembli untuk berjuang. Usia saya skg 24th mba, tp saya di diagnosa dr dg PCOs tingkat sedang di usia pernikahan 2 tahun, skg hampir 3. Siklus menstruasi saya justru lebih parah mba. Sya pernah mengalami siklus menstruasi hingga 6 bln. Pergi ke obgin2, hingga sempat mndapatkan tindakan HSG. Dg obgin pertama kami promil selama 3 bln, namun kami putus karna ngerasa dr ny gx komunikatif sam sekali. Bahkan dg dr kedua kami masih diberikan terapi obat yg sama, malahan beliau merujuk kami untuk melakukan inseminasi buatan dg dr yg lebih kompetensi, hingga dirujuk untuk melakukan bayi tabung. Sya sempat syok mba mendengarnya. Apakah harus sesulit ini. Sya sempat frustasi kenapa saya gx seperti bunda2 yg lain yg bisa dengan mudahnya hamil. Hingga akhirnya saya menjalani terapi hormon pribadi dg menkonsumsi pil kb. Tp dengan adanya artikel mba ini sangat membuka mata saya bahwa Allah akan memberikan segalanya indah pada waktunya, karna saat ini saya dan suami jg menjalani pernikahan LDR. Dan dengan adanya artikel dr mba Tia membuat saya ingin mencoba untuk tidak terlalu tergantung dg terapi hormon dqn lebih mencoba merubah pola hidup saya. Terima kasih y mba untuk inspirasinya…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sama2 mbak seruni. Wah kalau menurut saya, mbak masih sangat muda, beda dengan saya yg sudah kepala 3.
      Mbak seruni masih banyak kesempatan untuk ikhtiar secara alami. Justru mendingan merubah mindset pola hidup dulu, krn meskipun Insya Allah saya punya kesempatan melahirkan anak pun, perjuangan tidak berhenti sampai di situ untuk melawan pcos. Saya masih ada resiko punya penyakit seram seperti yg saya ceritakan di tulisan. Jadi ya mau gak mau ya harus menerapkan pola hidup sehat supaya punya kesempatan berumur panjang dan menjaga anaknya sampai besar nanti.
      Tapi saya bersyukur dengan mengetahui mengidap pcos, saya seperti diberikan warning untuk bisa jaga kesehatan sejak muda

      Reply
  8. Rifa

    Ka.. slamat yaa, mudah2n lancar sampe lahir.. n nular ke aq.. aq PCOS jg.. usia pernikahan 1 stgh th.. aq lg stop ke dokter 5bln..eeh malah ga haid lg.. dr msh gadis emg haid ga tratur.. HSG itu biayanya brp ka? Aq wktu itu br trapi hormon aja.. dokter blm nyaranin smpe HSG.. biasanya dokter nyaranin HSG atau kemauan qt sndri ya ka?

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Hai rifa, makasih doanya. HSG tahun 2012 biayanya antara 1-1,5 juta. Beda2 tergantung rumah sakit. Pemeriksaa HSG standar prosedur dari program hamil sih. Tapi dulu aku emang disuruh sama dokter, bukan inisiatif sendiri. Semoga promilnya berhasil ya.

      Reply
  9. titi

    Q ikut senang mbak,,q skrg lg nunggu jg september 2011 q nkh mbak…
    Smoga bayinya sehat selalu smpe lahiran mbak…
    Mksh cerita plus motivasinya

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Makash doanya ya. Semoga dikabulkan juga doa mbak Titi.

      Reply
  10. yulia

    Selamat ya mbaa.. aku mpe nangis bacanyaa..secara aku pco jg dan gy promil dgn obat rrsistensi insulin.dah kpala 3 jg nikah dah mo3thn. Ak dah telat 2mingguan tp lum brani testpack..lum siap klo liat 1 garis.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Makasih mbak Yulia. Gimana sudah Tp? Jangan ragu TP takutnya kaya saya yg kebablasan, dah hamil malah lari 5 km krn gak tau hehehe

      Reply
      1. yulia01

        Mba… aku dah tp kmaren pagii…garis 2 alhamdulilah…kmaren langsung kliling cari dokter tp tnyata minggu ga da yg masuk..hikss.. jdnya kbidan aj dkasi vitamin.bidan prediksi 6week.. tp prkiraan aku 4-5w. mudahan sehat yaa mba.. minta doanya.. karna mungkin usg tunggu jmt ini biar debaynya gedean…deg2an nihh

        Reply
        1. cahayatemaram (Post author)

          Alhamdulillah. Selanat yaa, semoga sehat selalu ibu dan janinnya. Aamiin.

          Reply
  11. yulia

    Mba… aku dah tp kmaren pagii…garis 2 alhamdulilah…kmaren langsung kliling cari dokter tp tnyata minggu ga da yg masuk..hikss.. jdnya kbidan aj dkasi vitamin.bidan prediksi 6week.. tp prkiraan aku 4-5w. mudahan sehat yaa mba.. minta doanya.. karna mungkin usg tunggu jmt ini biar debaynya gedean…deg2an nihh

    Reply
  12. yulia

    Amiiin… sama2 ya… moga khamilan yg sangat sangat kita tunggu ini sehat dan lancar2 sampe duedatenya….

    Reply
  13. nuph

    Comment…bahagia bgt mbak…. Aq terharu seneng bacanya. Apalagi aq yg puny rahim retro dan sedang LDR dg suami. Buah hati jd penantian mbak 🙁 msi kepikiran, bisa hamil kah aq…

    Reply
  14. nuph

    Comment…bahagia bgt mbak…. Aq terharu seneng bacanya. Apalagi aq yg puny rahim retro dan sedang LDR dg suami spti saya ini. Buah hati jd penantian mbak 🙁 msi kepikiran, bisa hamil kah aq…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Semangat ya mbak. Jangan menyerah. Semoga dikabulkan doanya. Aamiin

      Reply
      1. LAS

        selamat

        Reply
  15. lale

    Mbaaak.. aq terharu bcax.. crita sma perss kyak aku tpi bdax lma pnantianx. Aq ud 2 than nikhx tpi hrpan dn pngorbnan blm trjawab.. smoga aja tahun ini.. aamiin ya Allah… oh iy thnks bwt tulisnx, Ini bsa mmotivasi aq.. 🙂

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Alhamdulillah. Semangat ya dan positif thinking selalu

      Reply
  16. airyanita

    bunda,selamat ya bunda, saya terharu baca tulisan bunda ini, saya harus banyak belajar tentang kegigihan perjuangan. aku juga penderita pcos,karena aku kegemukan,dulu bb smpai 84kg,skrg sudah 66kg, lg fokus nurunin bb bun sambil jalan program baby yg udah hampir setaun ini,alhamdllh positif bun, tp ngflek gitu bun, aku ttp positif thinking bun. bunda ngflek sampai usia kehamilan berapa?mukjizat itu ada ya bunda.mohon doanya supaya diberi kelancaran,

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Selamat bund kehamilannya waktu itu aku flek cmn pas usia 5w. Sebisa mungkin ngambil cuti dan berbaring trs bun. Lupain dl kerjaan baik di rumah maupun di kantor. Dulu sempet kepikiran ngambil cuti 3 bulan tp gak jd krn kondisi membaik dan kantor jg ngasih kelonggaran.

      Reply
  17. Lilis

    Comment…selamat ya teh….Alhamdulillah ikut seneng,aku jg lg program anak kedua nih selama 8 thn karena anak pertama udh 13 thn di thn ini,saling mendo’akan ya teh, supaya dilancarkan segala sesuatunya,Aamiin

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semoga diberi rezekinya ya. Makasih sudah didoakan 🙂

      Reply
  18. sisilia

    maa syaa Allah.. terharu bacanya, ini di baca sambil creambath di salon gara2stress hasil diagnosis dokter haha , baca blog mau nangis jadi ga jadi hihi… sekarang sudah lahiran teh?

    aku juga kayanya penderita pcos , wlopun ga d bilang sama dokternya, dokter cuma bilang ada kista 2cm dan sel telur nya kecil kecil.. di kasih obat dibetes inlacin klo ga salah sama vitamin e 400iu..

    baru nikah sebulan sih tapi tetep aja yah harus deteksi dini, soalnya aku juga mens nya ga teratur bisa sebulan sekali, 2bulan sekali,,berat badan gemuk .. sedih banget campur takut,, tapi Alhamdulillaaah juga udh kedeteksi dari awal jadi bisa program dulu nurunin BB dan dokternya juga nyaranin buat rajin olahraga seminggu 4x @30menit.. olahraga nya santai aja kaya jalan kaki, jogging, lari senam, pkoknya sampai keringetan.. happy jadi bisa olahraga bareng suami tiap weekend.. jadi pemicu semangat juga, secara dulu males minta ampun olahraga.. di barengi diet sehat juga buat penderita pcos hasil dr baca2aja sih.. ga diet ketat, hanya makan dengan porsi secukupnya (ga berlebihan) , makan yang baik buat tubuh…

    emang udh bener pisan yang di suruh Allah lewat rasulnNya , makan makanan yang halal dan thoyib(baik untuk tubuh, misal:gula baik untuk tubuh tapi kurang baik untuk penderita diabetes), makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.. sederhana tapi ngaruh ternyata yah..

    and the main of point is happiness bener pisan teh.. jadi harus byk bersyukur yah .. ga usah hariwang berlebihan ..

    mudah2an di kasih amanah sama Allah buat punya baby dalam waktu dekat.. aamiin

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Skrg baru 7 bulan hamilnya. Doakan lancar ya sampai nanti hari H. Ini lagi coba olah raga teratur lagi biar bs lahiran normal. Emang kalau dipikir2 yg bikin berhasil hamil kmrn tuh olah raga teratur dan gak stres sih. Yah pokoknya hidup sehat lah. Kelihatan sederhana tp blm tentu bs dijalanin hehehe. Semoga segera diberikan rezeki ya. Aamiin.

      Reply
  19. putri

    Ijin share cerita ini yah mbak

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Iya silahkan

      Reply
  20. irma

    Alhamdulillah .. Selamat ya Teh …

    Saya juga lagi berjuang … Sama penderita PCO di pernikahan yg ke 4tahun..
    Saya obesitas juga .. Awal nikah BB 65kg ..sekarang di 85kg .. Kehidupan pernikahan sepertinya bikin lupa diri ..

    Sama kaya teteh .. Yg namanya gonta ganti dokter ..resep KB..obat hormon ..Dan berkali2 transvagina udh dilakuin..apalagi testpack dgn hasil segaris..bikin frustasi..

    2hari yg lalu saya Dan suami mutusin ganti dokter (lagi) Dan PCO saya makin parah .. Syarat nya turun BB minimal 10% .. Dan saya harus HSG juga .. Aga tegang sih sama HSG ini ..tp saya pikir ..toh melahirkan juga pasti berkali2 lipat sakitnya .. Ini saya baru HSG ..masa berkorban sakit dikit aja g mau ..

    Cerita teteh menginspirasi bgt ..KEBAHAGIAAN .. Itu emang faktor penentu bgt .. InsyaAllah saya pengen bgt Hamil Dan punya anak .. Tp terlebih penting bahagia aja dulu ngejalanin semuanya …

    Makasih yaa inspirasinya

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Iyaa sama2. Semangat ya..

      Reply
  21. vivianne

    Selamat ya Mba.. saya bacanya dikantor, sampe berkaca-kaca ((terharu banget)) sama kisah mba… Alhamdulillah ya Mba, semoga bunda dan baby nya sehat selalu…
    Saya jg lagi berjuang, baru menikah 3 bulan tapi akhir tahun lalu waktu antar keluarga saya berobat ke alternatif sempat di vonis sama Bapak-alternatif-nya kalau saya akan sulit hamil karena telurnya nggak berkembang..
    Akhirnya setelah menikah saya periksa ke SPOG krn memang ada riwayat haid tidak teratur.. dan sedihnya ternyata vonis si Bapak benar.. kata dokter saya pcos mba.. sedih rasanya…… sekarang lagi dikasih obat eturol dan nutriflam mba.. apa mba pernah dikasih obat semacam ini?

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Makasih ya doanya. Kalau obatnya jujur saya lupa apa aja yg diminun dulu, udah agak lama sih, maaf ya.

      Reply
    2. cahayatemaram (Post author)

      Makasih ya doanya. Kalau obatnya jujur saya lupa, soalnya uda agak lama sih ya. Tapi menurt saya mendingan manajemen emosi dulu sih, coba buat rilex. Masih pengantin baru, sayang kalau udah dibikin stress. Mendingan menikmati masa adaptasi dl aja

      Reply
  22. Finy

    Terharu n merinding bacax mbak.. sehat terus ya buat ibu n janinx sampe lahiran, buat calon bpkx jg.. semoga nular ke aku jg..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Makasih ya

      Reply
  23. vaneshaalmaf

    Selamat ya mbak.
    Tulisannya menginspirasi aku banget.
    Karena aku mengalami semua proses yg mbak rasakan dari rasa putus asa saat melihat yg tidak ingin punya anak tetapi diberi kesempatan mengandung duluan, hingga masalah percekcokan dengan suami masalah ‘rutinitas’ berhubungan dan segala teteng bengek posisinya.

    Btw aku juga mengidap penyakit PCOS dan kemarin dikasih tau sama dokter spog ada bakat diabetes, dan sempat dilontarkan saran dari dokter jika dalam beberapa bulan masih belum hamil disuruh inseminasi dan jika belum hamil juga dilanjutkan bayi tabung.

    Saat mendengarkan saran dokter aku jadi keinget tulisan mbak mengenai ada dokter yang menyarankan hal tersebut juga.

    Aku sempat membicarakan hal tersebut dengan suami, mungkin aku dan suami juga harus merubah pola hidup sehat dan tetap mencoba cara alami saja seperti yang mbak lakukan 2 bulan terakhir sampai akhirnya mbak tek dung.

    Karena menurut aku setelah membaca tulisan mbak dan referensi tulisan lainnya menganai harga inseminasi dan bayi tabung kayaknya itu masih jauh diluar kemampuan kami. Maklum saya dan suami masih tergolong pengantin muda baru satu tahun menikah (saya umur 26 suami 29 tahun) dan gaji kami juga nggak terlalu besar buat nutupin pengobatan seperti itu.

    Sekali lagi selamat ya mbak, doakan aku biar segera bisa menyusul mbak biar bisa diizinkan Allah mendapat kesempatan mengandung, melahirkan dan merawat titipan anak dari-Nya.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Ya kalau menurut saya pcos jawabannya bukan bayi tabung sih. Karena masalahnya sama hormon bukan saluran yang terhambat atau sperma yg kurang berkualitas. Tapi memang harus sabar ya buat rubah pola hidup. Semoga berhasil ya, jangan lupa berdoa dan selalu bersyukur.

      Reply
  24. rini

    selamat ya mba tia..aq jd ikutan nangis bacanya..aq jg pcos..mdh2n bisa hamil kaya mba tia secara alami..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiiin, semangat ya mbak

      Reply
  25. Siulie

    Mbak,awalnya kan mens nya ga teratur,,untuk buat teratur nya mbak ada rutin minum obat atau gimana ya??

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Awalnya sempat gak mens dua bulan. Lalu dikasih obat hormon, akhirnya mens. Tapi ya suka telat lagi.
      Nah ke sininya aku coba lah turunin berat badan dgn detoks karbo dua minggu. Selanjutnya makan sehat minim gorengan. Tapi santai sih masih suka makan es krim dan ngemil. Turun lah 4 kg, trus ikut yoga. Dari situ mulai jarang telat. Kalau telat sekali2 aja
      Nah yg paling ampuh termyata pas rutin lari itu, seminggu bisa lima kali. Tapi gak lama2 ko, paling setengah jam. Maksmal satu jam pas hari sabtu minggu. Itu pun udah sama pemanasan dan jalan2 cantik, lalu dilanjutkam dgn jajan hehehe. Pokoknya dibawa santai. Yang penting makanam gak aneh2, tau diri aja, kalau hr ini uda makan gak sehat, besokny ya banyakin sayuran plus air putih. Trus minum vitamin c buat jaga stamina.
      Sejak itu mens mulai teratur lagi. Mungkin kuncinya emang olah raga, jaga makanan dan jauhin stres. Aku juga olah raganya gak pake beban, motivasi terbesarnya adalah ingin tetap kece sampai tua hehehe.
      Itu aja sih, semoga bermanfaat ya….

      Reply
  26. ata

    hai mba.., salam kenal ya

    tulisan mba sangat bikin semangat dan tidak kecil hati :).
    di 1 th pernikahan ak sempet positif tapi keguguran selang 5hari ak TP. selang stengah tahun akhirnya ak promil ke dokter dan ternyata ak pco. 2 bulan promil belum berhasil sekarang suami nyuruh untuk promil sendiri alami sambil memohon sama Allah SWT agar cepat diberi keturunan. Mba walopun ak belum kenal tapi ak seneng bgt mba bisa berhasil. Selamat ya mba atas kehamilannya.. lancar2 sehat sampai proses persalinan.. Amiin.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Terima kasih mbak Ata doanya. Skrg saya sedang hamil 33 minggu, sedang menunggu hari kelahiran. Doa yang sama buat mbak ata, tetap positif thinking ya menjalaninya karena setelah dilalui ternyata banyak hikmahnya. Semoga selalu mendapatkan berkah dari Allah Swt.

      Reply
  27. Putri

    Hi mbak,
    Salam kenal ya..
    Selama ya mbak atas kehamilannya semoga proses lahirannya lancar sehat bunda dan debay nya.
    Saya lagi berjuang nih mbak, sejak usia pernikahan 6 bulan saya mencoba mempriksakan diri ke dokter sama suami, setelah USG Transvaginal kelihatan sel telur saya banyak dan kecil2 gak berkembang PCOS (sedih bgt dengernya) akhirnya disuruh tes darah dan HSG. setelah dicek darah saya dibilang kelebihan hormon prolaktin, resisten insulin (aku dibilang ada bakat diabet 🙁 ) dan hyper retro flexy. Memang setelah menikah berat badan saya naek drastis awalnya 47kg skrg jadi 60kg. Ya Allah semoga saya kuat dan sabar menjalani ujian ini :(.
    Bulan pertama saya dikasih obat femara buat besarin telur dan benar saja ada bbrpa telur yang besar, dan pas hr ke-8 saya disuntik ovidrel katanya buat mempercepat ovulasi dan dsuruh berhubungan besok malamnya, tapi masih gagal juga. Hingga akhirnya bulan depannya dokter menyuruh untuk bayi tabung saja. Kami belum siap untuk insem ataupun bayi tabung, karena biaya dan belum pasti berhasilnya jg jd kami memilih untuk alami saja dl dan berhenti ke dokter. Tapi hingga usia pernikahan sekarang 1tahun 2bulan belum jg hamil.
    Sampe akhirnya bbrpa hari ini nyangkut di blog mbak, aku jadi ada semangat lagi, kalau PCOS dan retro bisa hamil alami. Terimakasih ya mbak untuk sharing pengalamannya ini, semoga Allah membalas kebaikan buat mbak sekeluarga.
    Kalau boleh di japri contact atau email biar bisa tanya2 dan mgkn bisa silaturahim.

    Putri- putri.st3@gmail.com

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sabar ya mbak, mungkin lagi proses saja. Aku juga menunggu 4 tahun. Everything happen for a reason

      Reply
  28. lia

    T2hh selamat yaa… terharu+ikut merasakan kebahagiaan sampe2 brlinang air mata huhuhu..
    Yang tth alamin samaaa persis smuanya mulai dr PCOs ,penantian 4 th, usia kepala 3, retro, sperma kurang bagus..
    Teh gmn caranya biar ga trgoda sm makanan2 yg ga baik buat penderita pcos?

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Wah sulit dijawab pertanyaannya karena saya suka makan hahaha
      Gak pernah ditahan aku mah lia. Kalau mau makan ya makan aja, apa aja juga. Asaaaal ya tau diri aja. Kalau udah tau gak sehat ya jangan sering2.
      Trus yg paling penting imbangi dengan olah raga dan positif thinking.

      Reply
  29. Zamroh Kumala

    Selamat yah… semoga bisa cepet nyusul.. aku pcos dan rahim aku retro.. baru kumpul sama suami yg udah 2 tahun LDR. Ceritanya bener2 kasih inspirasi

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Iyaa aamiin. Makasih ya

      Reply
  30. silvani kumalasari

    Slmat ya mba..aq trharu bacanya..tulisan mba sngat mnginspirasi aq yg bru aja dvonis pcos sama dkter..crta kita hmpir sama aq jg ldr sma suamiku..doain ya mba smga aq bsa cpet hamil..aamiin..sehat n bahagia slalu bwt mba dan kluarga ya..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Makasih ya. Semoga bisa cepat hamil juga.

      Reply
  31. Dita Parastuti

    Mbak,
    Inspiring story ever!!!
    Aku Dita..sudah menikah 3 tahun dan masih berjuang untuk hamil. Setiap gagal promil, pasti puter otak next nya harus coba usaha apalagi nih. Jadinya stress deh. Belum lagi omong2an orang ya mbak.
    Betul banget mbak, emang seharusnya kita wajib bahagia jalani hidup. Bukan jadi stress dengan sesuatu hal diluar kuasa kita. Karena Alloh yg punya ketetapan dari masing-masinh makhluknya. Kita harus BAHAGIA!
    Sehat terus yaaa.. semoga semuanya lancar hingga baby lahir.aamiiin

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Makasih dita. Mungkin ini jalan yang harus kita lalui buat belajar ikhlas. Semangat ya..
      Aamiin, makasih doanya. Ini lagi h2c nunggu waktu lahiran

      Reply
  32. Fitri

    haii tetehh,,,

    congraatts yaa,, semoga debay sama bunda nya selamat dan sehat sampe lahiran…

    sedihh bangeet bacanya, berasa baca cerita sendiri dari mulai LDR, PCOS, Promil sampe akhirnya disarankan inseminasi. cuman bedanya setahun kemaren udh coba operasi laparaskopi dan disarankan insem klo 4 bulan blum hamil juga. sampe akhirnya menyerah unt promil dokter dan memutuskan promil alami karna suami udh pindah.

    per tanggal 26 Juli 2016 ini, aku udh telat 2 minggu tp masih ga berani testpack belum siap klo hasilnya negatif, siapin mental dulu klo ternyata akhirnya mens lagi

    baca blog teteh jadi termotivasi dan semangaatt bahwa PCOS bukan akhir dari segala usaha, bukan berarti ga bisa hamil dan punya anak

    Makasih ya teehh bikin jadi happy deeh baca artikelnyaa 🙂

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sama2 fitri, tetap semangat ya

      Reply
      1. Fitri

        Alhamdulillah 2 minggu kemaren di testpack positif langsung periksa dokter ternyata udh 3 minggu. 2 minggu ke depan yang tepatnya besok jadwal kontrol berikutnya. Deg deg an banget katanya penderita pcos rawan kehamilan nya ga berkembang. Khawatir banget mbkk, Bismillaah semoga sehat, selamat dan sempurna. Aamiin

        Reply
        1. cahayatemaram (Post author)

          Positif thinking aja ya banyak berdoa. Saya saja Alhamdulillah sudah melahirkan, bayinya sehat

          Reply
  33. Ricka Maharani

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ,
    Mbak gmn keadaan nya skrg?? Udah lahiran???
    Sy baru buka” google, baru nemu blog mbak.
    Sy udah menikah 7 bulan, dan kata dokterny wktu promil 2bulan yg lalu,di USG, rahim sy terbalik (retro). Trus disuruh berhubungan dgn gaya Dog..Sty..
    Ap ad cara lain ya?? Secara kan agama kita islam yg tdk memperbolehkan mnusia melakukan “itu” sperti layak ny binatang..
    Bantu share ya bunda” dan calon bunda..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Saya sih gak mengkhususkan gaya apa pas waktu akhirny hamil. Posisi sifatny hanya membantu saja mbak, kalau gak nyaman ya tidak perlu dipaksakan

      Reply
  34. Amala

    makasih banyak ya mbak sharingnya. bikin terharu dan bikin semangat lagi. sekali lagi makasih.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sama2 mbak

      Reply
  35. Isma

    Alhamdulillah ktmu sm tulisan yg bqn kadar gundahgulana berkurang..dktr blg ak PCO d sebabkan adanya gen diabetes dr klrga,sudah masuk 4th penantian,sudah promil k banyak dktr,sudah cek ini itu,sudah minum ini itu :’) mksh teteh..smga dirimu sehat selalu..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Sama2

      Reply
  36. Dian

    Ceritanya membuat saya semangat lagi mba setelah saya merasa putus asa di usia pernikahan ke 22 bln tak kunjung hamil,ditambah lagi suami yang udah gak sabar bgt pengen punya anak,nangis sendiri kalo mandang wajah suami saat tidur,, semoga saya juga diberi hidayah sam allah supaya saya selalu tetap sabar dan kuat tentunya tetap semangat menjalani hidup.. semoga allah tak membiarkan hambanya bersedih sampai berlarut,, selamat ya mba atas kehamilan dan kelahiran anak pertamanya.. semoga saya cepet nyusul,,amieeen

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, makasih ya

      Reply
  37. Tita

    hi teteh..
    Selamat buat kehamilannya.. Alhamdulillah banget ya teh udah dikasih kepercayaan sama Allah setelah 4 tahun penantian. Cerita teteh bikin aku terharu, baca blog ini di kantor sambil pegang tissu, dan sambil lirik kanan kiri takutnya ada yg liat aku lagi mewek hahhaa..
    Aku juga mengidap PCOs. usia pernikahan aku Oktober 2016 ini 3 tahun. Menstruasi ngga lancar BANGET. Dan udah sampe tahap stres tingkat negara nunggu2 pengen hamil ini :D. aku udah beberapa kali juga ke dokter kandungan. dari yang cuman tes USG biasa aja sampai ke tes USG transvaginal. Udah suntik vitamin hormon (yang bikin jerawatan bgt), udah minum obat hormon tiap hari (sampe enek tiap liat obat), udah minum madu, dll. Setiap dokter kandungan yang aku datengin sih selalu bilang kalo aku kurang olah raga dan harus turun berat badan. Dan mungkin memang iya itu solusinya untuk aku bisa cepet hamil. Tapi karena aku tiap hari kerja, mau olah raga juga udah keburu cape, udah diniatin pulang kerja mau olah raga, tapi pas nyampe rumah udah loyo. Sempet kepikiran untuk berhenti kerja malahan supaya bisa olah raga tiap hari.
    Bismillah aja teh, skr aku lagi mau nyoba diet ( ngga banyak makan yg minyak2 😀 ) dan lagi ngumpulin niat banget buat olah raga rutin. Toh sehat buat kita juga kan 🙂
    Btw teh, udah lahirankah? anaknya cewek apa cowok? semoga teteh sekeluarga sehat2 terus ya.. Aamiin

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Alhamdulillah sudah melahirkan bayi laki laki. Baru aja bikin tulisannya ttg proses melahirkan hehehe. Hmm kalau aku sih olah raganya dulu dianggap0 rekreasi jd gak bosen. Gak ngoyo harus gimana-0gimana, yang penting konsisten aja. Gak perlu sampai berhenti kerja sih kalau mau olah raga. Kecuali ada alasan lain ya. Jangan sampai dengan berhenti kerja malah membuat kita stres karena pikiranna ingin punya anak mulu. Jadi relaks aja ya..

      Reply
    2. Firlianita

      Iya mb yg alami ajasaya juga disuruh dokter di rs pondok kopi buat jalanin yg alami salah satunya diet n olah raga mb alhamdulillah saya bisa turun 10 kg dan mens saya 4 bulan ini teratur tinggal nunggu waktu aja

      Reply
      1. tita

        Iya ya mba.. susah nurunin berat badannya itu.. hrs diet ketat demi bs hamil nih. Kadang stres juga hehhee.. semangat lah. Tp kyny aku emang hrs keluar kerja nih slny waktunya keteteran kalo sambil olah raga

        Reply
  38. pikacu

    Selamat ya mbk , terharu bacanya.
    Smga aq jg sgera diberi momongan. Ini lg progmil jg,
    Rahim aq retro kmrin abis HSG.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semangat ya

      Reply
  39. Alfy

    Barakallah
    Selamat yaaa kakak! Ikut seneng dengernya..dekbaynya sehat kan? Smga jd anak yg sholeh n mujahid masa depan.
    Sy jg salah satu yg dianggap strong sm Allah mungkin yaa dengan masalah yg sama, yaitu pcos. Sempat down, tapi dikembalikan lagi, diikhlaskan, di ikhtiarkan, Allah sebaik2nya pemberi rezeki.
    Mohon doanya, semoga Allah memberikan “rezeki” yang sama pada kami.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semangat ya. Alhamdulillah bayinya sehat walafiat.

      Reply
  40. Iamdidi

    Mbak… tulisannya memotivasi orang LDM dan punya kesulitan hamil. Terima kasih sudah berbagi kisah yg apik & inspiratif. Semoga keberkahan melimpah di keluarga mbak

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sama2. Aamiin, makasih doanya ya

      Reply
  41. Siti

    Selamat ya mbak,,,,
    Terharu banget bacanya,,, semoga aku juga bisa cepet nyusul dapat momongan, soalnya aku juga divonis pco sama dokter,,,
    Tulisannya memotivasi banget,,, aku yang sempet down bisa kembali semangat,,
    Semoga Alloh swt selalu memberi keberkahan dalam keluarga mbak,,, 🙂

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, makasih doanya ya. Yang terbaik juga buat teh Siti 🙂

      Reply
  42. Nia Arma

    Smoga sehat slalu ya utk teteh n janin nya. Aq hampur senasib ma teteh.sdh 4th nikah blm ada momongan. Tp aq ada riwayat mioma n kista coklat endometriosis, awal th 2015 sdh operasi. Stelah operasi,terapi hormon. Suntik tiap bulan 1x,selama 6bln. It’s mean 6x suntik. Sblm ketauan ada mioma n kista coklat endometriosis, aq riwayat 2x keguguran d trimester 1. Sblmnya dr itu lg,prnh disarankan konsumsi clo***til utk gedein sel telur. Ktanya sel telur nya kecil. Sy sempet mikir apa PCOs, tp dokter kandungan gak blg apa2 bhw itu PCOs apa bkn.
    Aq sementara ini br akan mau menjalani spt yg prnh teteh jalani. Mencoba ikhlas n lbh brsyukur sama smua yg kita punya. Mencapai 1 goal dlm hidup. Bkn berarti mengesampingkan keinginan utk pny anak. Mencoba bahagia dlm menjalani smuanya.
    Salam kenal teh

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Salam kenal juga. Perjuangannya lebih panjang dr aku. Semangat ya 🙂

      Reply
  43. Dinda

    Hi mba salam kenal,

    Aku dinda. Casenya 95% sm dgn aku, bedanya aku baru diawal cerita unpaid leave kerja 6bulan. Semoga aku bs se tough mba yah, dan happy ending spt mba. Congratulation yah mba semoga dilancarkan dan disehatkan selalu keluarganya 🙂

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Iya makasih ya mbak dinda. Semangat ya 🙂

      Reply
  44. Prima

    Sore mba,
    Aku juga pcos mba, sampe nangis bacanya krn pengalaman kita hampir sama, aku juga berhenti promil ke dokter krn gak ad yg cocok, alhamdulillah malah hamil, skrg lagi 7 mggu, sempet flek juga kyk mba dan disuruh bedrest, seneng bgt baca pengalamannya.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Selamat ya mbak prima kelahirannya. Semoga sehat dan dilancarkan persalinannya. Aamiin.

      Reply
  45. Ken

    Sy sudah menunggu 3 tahun kehadiran anak. Sy blm pernah hamil dan ingin sekali hamil. Sy mau tanya.. Detoks karbo itu bagaimana? Bisa dikasih resepnya?
    Mbak harus turun berat badan kah maksudnya?
    Utk olahraga seminggu berapa kali?
    Sy bingung harus bagaimana. Mbak sekarang usia brp? Sy uda 32 tahun dan pengen banget hamil. Sy uda konsul pdogram hamil ke salah satu dokter. Pernah hasilnya ada ovulasi sekali. Sampai bulan ini, konsumsi obat, hasil terakhir usg blm kelihatan ada sel telur utk ovulasi.
    Kasih saran mbak buat saya..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Halo mbak ken. Detoks karbo udah banyak di google ko. Saya olah raga lima kali seminggu, tapi cmn lari ringan setengah jam aja ko per hari. Mending ringan tp rutin, drpd olah raga berat tp jarang.
      Waktu hamil saya 32 tahun, melahirkan jelang 33.
      Wah bukan kapasitas saya buat menyarankan mbak ken. Saya cuman sharing pengalaman saja

      Reply
  46. Rereniku

    Mbaa makasih banget ya tulisannya.. baru abis nangis karena sebulanan ini berhenti promil ke dokter ttp olahraga tp stress karena udah hampir 2 thn blm hamil, aku juga pcos bolak balik ganti dokter terakhir disuruh insem.. semoga bisa mengikuti jejak mba g mikirin anak, emang bener mba semua2nya pake rules dan harus ini itu supaya punya anak. Dengan baca blog mba mudah2an bisa merubah mindset jangan melulu dikekang oleh aturan spya punya anak tapi BAHAGIA, aku mau nanya mba gmana cara mba memgatasi pikiran yg selalu fokus ke pumya anak, kadang g mikir tp terkadang pada saat temen2 hamil kadang br kepikiran lagi #mewek

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Aku juga tdk bisa 100 persen menghilangkan perasaan ingin punya anak ko mbak. Menurutku itu normal ya.
      Kalau aku mengatasinya dengan melakukan hal hal baru. Bisa menggeluti hobi baru, atau bertemu dengan teman baru. Atau mungkin melakukan sesuatu yg selama ini dipendam, ya lakuin aja, jangan segan2. Misalnya kalau aku dari dulu ingin menjadi penulis fiksi, tp gak pedean, malu memulai. Nah inilah saatnya aku mulai berani mencoba dan melakukan sesuatu yg out of the box. Aku “nekat” ikut kelas menulis fiksi lalu membuat target untuk membuat minimal satu tulisan seminggu sekali.
      Setelah dijalani, timbul kepuasan tersendiri karena aku menghasilkan sebuah karya. Meskipun yg baca cuman temen temen deket aja sih. Tapi seneng aja, dan lama lama fokus punya anak pun mulai memudar. Gairah hidup muncul lagi dan merasa bahagia.
      Mbak rere pernah nonton Julie dan Julia gak? Nah itu jg menarik tuh cmn bedanya kalau doi di bidang masak. Dipikir pikir kaya yang gak penting sih cuman ngikutin buku resep trus masak ulang dan nulis di blog, tp ternyata itu menciptakan kepuasan tersendiri yg akhirnya bikin Julie yg tadinya frustasi jd happy.
      Jadi tetap semangat ya, coz everything happens for a reason.

      Reply
      1. Rereniku

        Makasih mba sarannya.. iya mba sejak promil emang banyak hobi yg ditinggalkan.. Bismillah semoga bisa bangkit lagi

        Reply
  47. Amalia

    Malam Mbak….
    Sama kayak yg lain, terharu baca perjuangannya.
    Dan aq msh harus memulai perjuang’Q. Awalnya dr sebelum nikah memang haid tidk teratur (disertai kram perut) biasanya karena stress sich, aq pkir biasa aja karena keturunan dr ibu aq juga tdk teratur mensnya. Pas stelah nikah September 2015 kemarin itu sma saja, tidak tertatur, tapi kram yang biasanya aq rasain lama kelamaan hilang. Kadang Baper kalo pas telat datang bulan, pas dites tetep negatif (nyesek banget). Singkat cerita akhirnya tdi siang tante aq ngajak priksa TVS ke dktr obyn yg khusus infertilitas, karena saat ini lgy keputihan parah jadi drnya gag nyaranin buat TVS, alhasil cma USG biasa aja, dr hasil USG drnya narik kesimpulan kalo aq kena PCOS bilangnya indung telur tidak berfungsi sebagaimana mestinya, rasanya kaget banget…., dan dktr bilang udah kronis OMG rasanya campur aduk. Dktr jga sempet saran buat nglakuin laparoscopy. Plng dr situ nangis hahahahaha begini banget ujiannya….
    Skrng bingung msti ngapain. Mesti nglakuin tes dan proses pnyembuhan yg lama atau pindh dokter. Padahal di pemeriksaan sebelum”nya semua dktr bilang tidak ada maslah

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Hmm mbak Amalia bisa cari second opinion sih kalau belum yakin. Karena ini kan operasi ya, jadi ada resikonya. Tapi kalau udah yakin sama dokternya ya udah itung2 ikhtiar.
      Kalau nyari 2nd opinion mungkin bs cari ke dokter obgyn spesialis infertil (yg dibelakang gelar Spog-nya ada tulisan k dalam kurung) . Coba deh sama yg senioran dikit. Biasanya dia lebih paham mana tindakan yg urgent buat dioperasi mana yg masih bisa diperjuangkan dengan lebih alami. Jangan segan buat bawel nanya2 sama dokter ya, itu kan hak kita sebagai pasien.

      Reply
  48. hinda novianti

    alhamdulillaah….sampai ikutan nangis baca artikel mbak…selamat atas anugerah yg dititipkan Allah SWT yah mbak…salam kenal,,saya hinda dari surabaya….saya lagi nunggu juga anak kedua….anak pertama umur 7 tahun….sekarang saya divonis pco juga,,,bismillah…tetep bahagia….makasih sharingnya yg sgt inspiratif

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Iya semangat ya mbak hinda 🙂

      Reply
  49. dewi

    Alhamdulillah. Seneng akhirnya. Ceritanya mengharukan sampe nangis. Mba do’ain aq jg ya supaya lekas hamil

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, semangat ya. Semoga cepat hamil 🙂

      Reply
  50. Silia

    Hai Mbaj..Menenangkan sekali baca cerita Mbak..Dan kejadian2yg mbak alami mirip sekali dgn aku..Aku&suami sdh menikah 3thn, slm itu pula kami LDR(aku di Malang,suami di Surabay) dan blm pnya anak..Smpai sore ini aku coba promil di salah satu dikter kandungan, dan aku divonis PCOS..Aku langsung googling apa itu PCOS, begitu tau itu bikin sulit hamil, lgsg shock ga karuan..Nangis ga brenti2(ini msh nangis aja)..untung ketemu blog ini..agak lega, ternyata mbak dengan kasus sama&berhasil hamil..Aku berencana terapi dulu utk meminimalisir dampak PCOS ini..Semoga pada akhirnya aku bisa berhasil kaya mbak..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semangat ya mbak 🙂

      Reply
  51. rini

    Halo mb, salam kenal
    Cerita mb sangat menginspirasi, saya sampai menangis..
    Semoga cerita mb bisa menginspirasi wanita wanita lain dalam menjalankan promil..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, makasih mbak.

      Reply
  52. Nita

    Terimakasih ya mbak buat tulisannya, menginspirasi bnget buat saya yg kini juga dlm penantian dan juga LDR dgn suami. Kemarin juga sempat program ke dokter tp setelah dipertimbangkan sepertinya k dokter hanya menambah kadar tingkat stres dan menguras kantong akhirnya kita sama suami sepakat untuk alami saja. Baca tulisan mbak ini smakin memotivasi saya untuk ttp menyerahkannya pd Yang Kuasa dan smkin kekeh memperbaiki pola hidup. Slamat atas klahiran putranya ya mbak smg tumbuh jd anak soleh

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Makasih ya. Kadang kita perlu menggunakan intuisi juga mengenai apakah perlu promil atau tidak, kapan waktunya dll. Semangat ya 🙂

      Reply
  53. Tine

    Hai mba.. salam kenal.. terimakasih atas tulisan yg sangat memotivasi ini, sebelumnya saya sedang cari tulisan ttg tiup rahim, karna saya sudah 2 tahun menikah tapi belum dikaruniai titipan dr Allah.. saya sudah periksa ke dokter kandungan dan saya mengalami infeksi mulut rahim yg kemungkinan menyebabkan sulit hamil. Sudah 2x 3bulan saya hanya diberikan antibiotik dan abothyl untuk menyembuhkan infeksi tsb, dan terakhir dokter bilang kalo masih belum hamil juga pertemuan selanjutnya akan dilakukan tindakan tiup rahim. Setelah saya baca2 ttg tiup rahim, saya malah jd takut untuk kembali ke dokter. Sampai skrg saya sudah menunda 2 bulan dari jadwal seharusnya saya kembali ke dokter tsb, dan masih berharap bisa hamil dengan cara yg alami. Usia saya masih 26tahun, tp saya dan suami sama2 anak pertama dan keluarga kami sangat menantikan cucu pertamanya. Jd ini adalah sebuah tekanan untuk saya jika sampai saat ini saya belum bisa hamil. Tulisan mba mengingatkan saya untuk bisa terlepas dari tekanan yg saya buat sendiri, intinya bahagia. Semoga Allah memberikan saya titipan di saat yang tepat nanti. Dan selamat atas kelahiran anak pertamanya ya mba..

    Reply
  54. puput

    selamat yah teh ,.,. perjuangan teteh bikin kita bangkit semangat lagi …
    aku terharu dan ketawa baca saat pas test ternyata uji buat kesuburan ,. #pernahNgalamin … semoga kita ketularan . . amin

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semangat ya.

      Reply
  55. intan

    aq PCO juga.. skrg aq juga lagi hamil tapi kantung belum terlihat,, setiap hari gak di rumah,gak di kantor selalu berjalan dengan lemah gemulai karna banyak pengalaman temen2 pco hamilnya banyak yg lemah kandungan,, walau sudah minum penguat dan vitamin tetep ekstra hati2.. semoga banyak pco pco lain yang semangat untuk hamil alami,,,

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Iya, waspada aja. Tapi Insya Allah gak ada apa-apa ya.

      Reply
  56. Anty

    Ya Allah mba, aku terharu bgt baca blog mba, sampe merinding bacanya.. seharian ini aku ga fokus kerja gara2 tadi pagi aku abis kontrol ke dokter di hari ke 12 dan ternyata sel telur ku belum juga berkembang ukurannya hanya 7mm, gagal lagi deh bulan ini.. tadi dijalan pulang dr kontrol langsung nangis sejadi-jadinya. Aku udah 2 tahun menikah, di vonis PCO sudah diberi obat penyubur 2 siklus tapi tidak berpengaruh. Down banget rasanya, seharian hanya browsing pengalaman2 sesama PCO supaya menenangkan hati saya yg gundah gulana ini, dan Alhamdulillah saya ketemu blog ini, so inspiring, saya jadi semangat lagi.. Makasih byk ya mba buat sharing nya.. Btw mba sudah nikah berapa tahun?

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Halo Anty, aku skrg sudah lima tahun nikah. Wajar aja kalau sempat drop. Aku pun dulu begitu. Tapi cepat semangat lagi yaa, positif thinking selalu.

      Reply
  57. Icha

    Teh tiaaa, salam kenal.. Ak jg pcos, Alhamdulillah promilnya berhasil setelah nunggu 1,5 tahun. Emang kalo riwayat pcos kemungkinan keguguran lbh besar ya teh? Skrg ak hamil 7 week dan bener ak jg lg khawatir sama BO Dokter tempat ak promil sampe kasih penguat kandungan yg dosisnya 200mg

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Katanya sih gitu, ada hormon apa gt yang bikin gak kuat. Tapi jangan terlalu dipikirin, yg penting waspada aja. Toh Alhamdulillah aku juga sudah melahirkan dan anaknya sehat. Selamat yaa.

      Reply
  58. Rani

    Makasi y mbak tulisanny. Aq jadi banyak tau..kalau terapi hormon terlalu sering bisa jadi kanker..
    kasus ny hampir sama kaya aq. Retro..sel telur kecil…sekarang jalan 3 tahun menikah baru mulai program lg setelah stop selama setahun
    Mudah2an kabar gembira ny nular k aq
    Amin…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semangat ya. Aku juga belum dapat narasumber resmi secara langsung tentang itu. Mungkin bisa ditanyakan ke dokternya langsung mbak

      Reply
  59. dwi

    Terharu bnget aku bacanya mbak.. gmna keadaany mbk skrg…
    slmt ya mbak smpe2 gk trsa air mata jga turun keinget kmrin aku bru hbs tes hydro (proses tiup rahim) dan hasilnya dktr ny stngh marah sm aku karena obatnya bru dimasukan stngh blm smpai sluruh akunya udah kesakitan banget mbak.. dan alhasil dktr bilang aku itu dk siap hamil masa ini aj sktny gk nahan.. sumpah ngedrop bnget aku dengernya dan langsung nangis.. pdahal aku bnran ngerasain skitnya minta ampun… mngkin jg slh aku krna aku lupa bilang ke dktr cz aku jg prnh divonis dktr lain katanya infeksi saluran kandung kemih apa itu yg buat aku kesakitan nth lh akupun jga gak ngerti.. yg jls plng dr proses tiup td prutku rsa nya nyeri banget tpi itu gk trllu aku rsain yg msh buat aku drop dri kata2 dktr itu td.. klo dibilang gk siap knpa aku mau prksa kana ksni buat program hamil, alternatif pun jg sdh…sdih banget rasanya mbk…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Tanya balik dokternya mbak “emang dokter dah pernah tiup rahim? Trus gak ngerasa sakit gt? Diem aja gitu?”
      Kalau saya sih dokter yang gak punya empati gitu tinggalin aja mbak. Masih banyak loh dokter berpengalaman yang baik. Seriusan, banyak.
      Bukan cemen atau gimana, yang bahaya kalau udah drop mentalnya kaya mbak dwi ini. Padahal sugesti dan positif thinking penting bgt loh mbak buat bisa hamil.
      Kalau masalah pernah infeksi atau tidak ya harusnya dokternya dong komunikasi dulu, tanya2 dulu riwayat pasien kalau dirasa itu penting. Sebagai pasien kan kita gak tau seberapa urgent informasi itu. Kalau kita tau mah udah jadi dokter kita hehehe. Jadi gak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri gt mbak.
      Maaf ya kalau rada emosi komennya. Tapi sebagai pasien mbak dwi berhak dapat yang lebih baik. Sabar yaa…

      Reply
      1. dwi

        hehee gpp mbak…., btw salam kenal ya mbak…
        iya mbak tp hari ini aku dah gak mau lgi mikirin kata2 dktr itu yg pnting aku jalanin aja dulu, insyaallah klo rejeki gak kmna2 pikirku, yg jls aku jga brsha untuk berpikir positif aja dech mbak skrg, dan jalani aktifitas shri2 sprti biasa lgi…, suami pun jg ttp bri aku smngt lg..

        Reply
  60. Yunita Septiana

    Alhamdulilah ya mba 🙂

    Sebenarnya banyak kepercayaan yang menyebutkan bahwa rahim retro bikin sulit hamil.

    Ini sebenarnya tidak benar.

    Saya juga menulis tentang tema serupa disini :

    http://www.lolipopslife.com/2016/05/hamil-dengan-rahim-retro.html

    Semoga bisa saling melengkapi 🙂

    Salam kenal dan salam blogwalking mbak 😉

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Terima kasih 🙂

      Reply
  61. dini

    terharu baca kisah nya teh…n sy jadisemangat lg untuk berjuang agar bisa hamil.dgn penantian selama 3 thn.tp sy ingin bertanya..
    1.apakah teteh ni haid ny lancar setelah ikut marathon itu y….brp bln olahraga lari nya teh.
    2.peerbedaan rasa kita sdh hamil ama mo haid ap teh? coz kdng sy tanya ke teman klo dia hamil awal biasa aj gak rasa mo haid.jd sy pesimis.krn ak 5 hr sebelum haid sdh ad tanda2 haid sperti sakit pinggang,payudara nyeri,malas,kdng miss terasa lembab..terus.
    terimakasih atas jawabannya y teh…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Maaaf baru balas, aplikasinya sempat eror.
      Olah raga lari dr juli yang rutin. Haidny normal sejak agustus kalo gak salah. Sampai skrg aku masih lari dan haidny lancar.
      Perbedaan hamil sama haid kalau aku nyaris gak ada. Sama2 bikin pusing, lemes, mual dan payudara bengkak. Makanya mau gak mau tau dr tespack .

      Reply
  62. Nur Shandi

    wah tulisannya bikin saya terharu bgt mbk sampe netes air mata… dan jd buat saya semangat lg.. kmrn abis cek dokter ternyata masih tetap pcos… ini yg buat strees tambah melanda mbk… tp setelah bca blogny mbk seperti ada semangat baru… ternyata saya gak sendiri mbk…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Maaf baru balas, aplikasinya sempat eror. Iya tetap semangat dan positif thinking ya teh Nur.

      Reply
  63. Zahra

    Mbaaa selamat nya akhir nya punya baby, makasi banget ya mba tulisannya bikin aku kembali punya semangat hidup, aku dikirim temen ku tulisan mba ini, disaat aku dalam posisi drop banget kecewa dan rasa g punya gairah hidup lagi, karna sehari setelah hari ulang tahun pernikahan yang kedua aku halangan, jujur aku g bs menghilangkan fikiran ku dari keinginan punya anak, ditambah aku dan sepupu ku hanya aku yang blm hamil, diantara temen2 ku aku yang paling lama blm hamil, aku g tau harus cerita kesiapa, aku rasa gila karna mikirin ini terus mba, aku juga g tau hobby ku apa, aku g tau bagaimana mengalihkan fikiran ku, saat bekerja pun aku juga ttp masi kepikiran mba. Tapi setelah baca tulisan mba aku sedikit lega, bahwa ada sedikit harapan disetiap doa. Mohon doa nya ya mba agar aku bs hamil, dan memiliki anak yang sehat. Terima kasih mba

    Reply
    1. Anty Wulandari

      Mba Zahra sama kaya aku, bulan ini pernikahanku udah 2 tahun, aku ga bisa menghilangkan keinginan utk pny anak, selalu kepikiran saat kerja dan kuliah. Rasanya down bgt, tp setelah baca blog ini ada semangat buat ngejalanin pola hidup sehat dan olahraga, aku Stop dlu promil ke dokter, mau coba jalanin hidup sehat 3 bulan baru nnti kontrol lagi. Semoga ada perubahan ya Allah, aku PCOS mens ga lancar, tiap bulan dateng tp ga banyak darahnya, dikasih obat penyubur ga mempan, kadang klo inget suka nangis. Aku sih skrng byk2 ngumpul sama tmn yg senasib aja, ikut2 forum dgn yg senasib, meringankan beban dan ternyata kita ga sendirian. Mba Zahra PCOS jg kah?

      Reply
    2. cahayatemaram (Post author)

      Maaaf baru balas, aplikasinya sempat eror. Mungkin ini saatnya kita buat belajar pasrah sama Allah dan merenungkan kembali tujuan hidup kita mbak Zahra. Semangat ya dan selalu positif thinking 🙂

      Reply
  64. dila

    Assalamualaikum mba..
    tulisan mba inspiratif sekali. jadi lebih membuka wawasan kalo diluar sana bnyak juga wanita yang mengalami masalah seperti ini namun berhasil survive. dan sekaligus buat aku malu sendiri, karena aku baru menikah mei 2016 ini dan masih belum hamil tapi udah kayak org kebakaran jenggot. Sekarang sedang ikut promil ke dokter spog. Baru mulai november kemarin. Awal menikah sempet LDR dl selama 2 bulan krn suami dimutasi ke luar kota. Baru november awal kmrn jadi 1 rumah lagi karena aku memilih resign (memang kesepakatan sebelum menikah). Tapi seperti nya promil kali ini aku masih belum berhasil. Karena semalam ternyata aku mens.. hiks
    ditengah kegalauan dan nangis drtd pagi, akhirnya aku sampai pada tulisan mba ini.
    Membaca tulisan mba, membaca perjuangan mba, ternyata perjuangan ku belum ada apa2 nya… hehe
    Jadi nya aku lebih semangat lagi buat lanjutin promil ke dokter. Karena kan memang kita bisa berusaha tapi tetap segala keputusan ada di tangan Allah..
    Semoga keluarga kecil mba selalu diberkahi Allah.
    Salam kenal mba

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Maaaf baru balas, aplikasinya sempat eror. Iya akupun dl sempat gt, malu soalnya banyak yg perjuangannya lebih hebat tapi mereka gak tawakal trs. Semangat ya teh Dila.

      Reply
      1. cahayatemaram (Post author)

        *mereka gak nyerah dan tawakal terus

        Reply
  65. Muthia

    Salam kenal teteh, saya Muthi usia 26 thn, usia pernikahan menginjak 2 thn, td malam saya baru divonis dokter PCOS, dari awal jg saya sdh menduga krn mens saya tdk teratur, dan ada gen diabet, dan dokter menyarankan olah raga teratur, dan saya diberi obat diabet dulu untuk sebulan kandungan obatnya metformin hcl 500mg, sma nanti kontrol lg bln dpn pas mens hari ke 1 atau 2, yg saya ingin saya tanyakan rangkaian pengobatannya yg sdh teteh jalankan stlh obat diabet apa?

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Maaaf baru balas, aplikasinya sempat eror. Kalo obatnya yg diberikan apa, jujur saya lupa. Memang ini kekurangannya, harusnya saya mencatat semua obat yg dikasih dokter. Jadi gak bakalan dikasih obat yang sama setelah gagal lalu pindah dokter. Maaf ya gak bisa bantu.

      Reply
  66. Nufus

    Subhanaallaah cerita mbak mengispirasi saya.. sy nikah sudah 1th 6bln haid sy kacau dr saya gadis.. tp pas nikah sy lgsung hamil…tp kguguran.. haid sya mulai kcau lg.. n akhirnya kmrn sy k dr katanya sy ddiagnosa pcos mbak.. dksih obt inclasin ama ovacare.. dannini suruh cek lab kg mba..tp sy blm melakukannya…
    Doanya ya mba…smg bisa mnyusul..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Maaaf baru balas, aplikasinya sempat eror. Aamiin. Semangat ya mbak 🙂

      Reply
  67. lia

    Mb slm kenal sy lia.
    Mb sy jg Pcos & Retro alhandulillah 3bln jalani Promil skrg sy hamil . Sy terapi hormon sm olga sprti mb jalan pagi 30mnt stiap hr sm diet karbo.
    Mb sy mw tanya. Mb ad pantangan makann g biar janin sllu sehat. Krn katanya Pcos rawan kguguran mb.
    Blh share g mb ap aj yg mb jalani slma hamil in. Sblmbya mksh infonya

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Maaf baru balas, aplikasinya sempat eror. Salam kenal juga Lia. Hmm seingat saya sering bandel ya kalau soal makanan. Malah sempet makan sushi salmon mentah., lalapan mentah dll. Tapi ya udah kalau khilaf jangan sering2 ya.
      Tapi mungkin lebih ke jangan capek2 yah. Hindari naik tangga dan angkat barang berat. Emang menyiksa sih buat kita yg biasa aktif. Tapi aku sempet nyesel naik jembatan penyebrangan yg berujung aku sempat dirawat krn kontraksi hebat. Untungnya gpp. Jadi ya kenali kemampuan diri sendiri aja, jangan kepancing ko ibu lain bisa lari2 pas hamil sementara kita tidak. Karena tiap orang kan kondisinya beda.

      Reply
  68. Primastuti satrianto

    Tossss ya mba, saya juga PCOs. Semoga bisa menjadi bukti seperti mba juga kalau PCOs bisa hamil. Aamiinn. Selamat ya mba, ikut seneng dan termotivasi bacanya. Sharenya ngademin.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sama2 mbak Primastuti. Semangat ya. Maaaf baru balas, aplikasinya sempat eror.

      Reply
  69. nila

    mbakkk,,, saya juga pcos dan rahim terbalik juga sama kayak mbak …. ini udh usia 9 bulan pernikahan saya mbak ,, semoga saya bisa hamil juga kayak mbak ,,aamiin makasih untuk cerita yg sangat menginspirasi nya mbak ,,

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sama2 mbak nila, semangat ya.

      Reply
  70. Iroel

    Selamat ya teh, ,kejadiannya persis bgt apa yg teteh n suami alami kyk keluarga kami,, aq varikokel,, iatri pcos,, umur pernikahan setahun,, n aq dah operasi,, skrg istri lg berjuang utk diet n olahraga,, minta doanya yaa teh,, spy cepet dapet

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, semangat ya pak Iroel dan istri. Tetap positif thinking.

      Reply
  71. eminoor

    Asalammualaikum mbaa..wah yg kita rasain sama bgt yaa..baca curcol mb kaya ngaca sm diri sendiri..skarang sya masuk usia pernikahan k.3..dgn diagnosis pco resistensi insulin..pernah hsg jg sempat bahagia dgn indung telur 2 yg besar tp trnyta blm dpt tiket H..tapi setelah baca postingan mba jd insipirasi lg.. Plan pngen promil lg beberapa bulan ke depan tp target sekarang mau nurunin berat badan krn stlah promil tahun kmaren makin melar PR sulit bgt buat sya..skarang setiap pagi coba minum perasan air jeruk nipis hangat semoga bisa membantu proses penurunan berat badannya..aamiin …doain jg ya mba semoga sya bisa hamil seperti mba…aamiin Allahumma amiin..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Semangat ya mbak

      Reply
  72. Martina Pidrayanti

    Hi mba.. Saya baru nemu tulisan mba setelah selama ini surfing di inet.. Saya mau mengucapkan selamat atas kehamilan nya. Setelah Saya baca lg ternyata mba sudah lahiran dan dikaruniai putra yg sehat. Selamat sekali lagi mba. Saya jg pengidap PCOS. Sampai hari ini Saya blm niat program ke dokter lg mba. Dulu pernah sekali dan seperti mba, Saya mendapat asupan obat hormon untuk membesarkan sel telur. tapi mungkin emg blm rejeki. Saat ini usia pernikahan kami menjelang angka 4 mba.. Saya Saat ini brusaha memperbaiki pola hidup Saya. Olahraga, makanan sehat. Berusaha agar Saya bs hamil tanpa intervensi medis. Terimakasih buat mba yg sudah memberi aura positive lewat tulisan mba. Karena ketika Saya membaca. Apa yg mba rasakan persis dgn yg Saya rasakan. terimakasih sekali lg mba untuk tulisan nya. 🙂

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sama2 mbak martina, semangat ya 🙂

      Reply
  73. Gietha

    Ya ampun mbaaa… ini critanya sama bgt sama yg saya alamin, mulai dr ganti2 dokter, terapi sana sini sampe pijit ini itu… saya jg sama punya PCOs, dan hasil HSG saya pun tdk bagus…
    smoga saya jg bs cpt nyusul ya mbaa…
    Amiiinn…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, semoga cepat menyusul ya 🙂

      Reply
  74. Ra87

    Nice to know that I’m not alone.
    Hi mbak… Terima kasih untuk artikel yg inspiratif ini.

    Saya suka subheading mbak bahwa obatnya adalah bahagia. Saya penderita PCOs juga, amenorrhea sekunder-yg mensnya kayak hantu- kadang datang kadang enggak.
    Mens saya dalam setahun bisa dihitung jari, miris bgt.

    Ini tahun pertama kami-saya dan suami- memulai langkah awal menghadapi PCOs saya. Dan sampai hari ini baru pengobatan dengan Pil KB dan Clomiphene aja yg diambil.

    Senang bisa ketemu artikel seperti tulisan mbak ini.
    Semoga semua perempuan seperti kita bisa segera terjawab doa-doanya ya mbak. Mbak udah lega ya… Selamat mba, semoga sehat2 selalu.

    (^_^)

    Salam hangat saya dari Riau.
    -Ira-

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Alhamdulillah, semangat ya mbak 🙂

      Reply
  75. Novi

    Selamat ya mbak atas kehamilannya ikut bahagia. Setelah membaca artikel mbak sama banget dengan apa yg mbak rasakan. Semoga saya cepat menyusul juga ya aminn

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, semangat ya mbak novi 🙂

      Reply
  76. Kartika ratri

    Saya jg pco mba, hampir 4 th jg saya menunggu, alhamdulillah tahun ini dikasih rejeki, program ke dokter 3 bln terakhir konsumsi obat diabet sama sama vitamin, sruh olahraga dan makanan sehat,, smga yg blm segera disegerakan dan yg sudah hamil smga sehat selalu ibu dan bayinya, amin..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, selamat mbak Kartika..

      Reply
  77. Randy

    Selamat ya mba untuk kehamilannya , semoga ibu dan bayinya sehat, persalinannya lancar.

    Saya juga mengalami PCOS dan dokter bilang kalau selama 3 bulan ini dtg bulan saya belum teratur dengan dibantu obat disarankan untuk laparaskopi tp saya masih takut dan ragu juga.

    Reply
  78. Randy

    Terima kasih mba untuk artikelnya yang sangat inspiratif dan membuat saya jadi semangat.
    Usia pernikahan saya sdh 8 thn dan sperma suami dalam keadaan normal
    saya juga berharap untuk wanita yang menderita PCOS termasuk saya terus emangat dan menjalani hidup ini dengan bahagia, bnyk berdoa dan mendekatkan diri sama Tuhan krn Tuhan pasti memberikan yang terbaik buat umatnya

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Iya mbak randy 🙂

      Reply
  79. Dede indri

    Terima kasih mba , udah nulis artikelnya , saya jadi semangat buat bahagia, entah kemaren sudah berapa dokter yg saya datengin untuk PCos yg saya alamin Dan bosennya minum inlacin yg akhirnya Malah bikin Gula darah rendah

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Sama2 mbak dede, jangan lupa bahagia 🙂

      Reply
  80. Ruri Arfi

    Senangnya baca kisah mba. Jika dekat ingin rasanya saling share. Saya pun skrg sedang menanti buah hati. Pernikahan kami sdh hampir memasuki 1,5 th. Sempat hamil di 8 bln pernikahan tp hamil diluar rahim dan sy hrs merelakan tuba kanan saya diangkat. Hancur rasanya hidup saya saat itu. Skrg sy hanya punya 1 tuba kiri dan Alhamdulillah paten. Skrg sy sedang promil dokter tp bln ini spertinya gagal lg krn td siang sdh muali ada tanda2 mau mens. Ingin nangis rasanya..

    Reply
  81. Pratiwi

    Amazing pregnant… semoga aku segera dapet tiketnya juga…

    Reply
  82. Atik

    Ceritanya sama persis dengan aku mbak, tp aku belum dikasih momongan, saya nikah 2010, kemudian 2012 hamil anggur, sampai sekarang belum hamil lagi, sudah 13 dokter aku lalui, dan ternyata mengidap pcos. Saya pasrah mbak… Semoga diberikan kekuatan. Dan kemudahan untuk segera hamil sehat sempurna lahir batin seperti mbak. Amin

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Luar biasa ikhtiarnya mbak, sampai 13 dokter. Allah pasti memberikan yang terbaik, sabar dan tetal semangat ya mbak

      Reply
  83. indj

    terharu bgt, ngga terasa airmata ngucur aja ..
    do’akan aku mba tya supaya Allah segerakan keturunan untuk aku dan suami ..
    stlah baca cerita ini, rasanya ada semangat yg kmbali muncul ..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, semangat ya mbak

      Reply
  84. Dioneajeng

    Aku br nikah 5bulan, suami aku ank tunggal dan ingin skli punya bayi, tp br seminggu lalu aku di vonis kena pcos, dan trllu bnyk! Ovarium kanan 27 dan kiri 23 dari hasil normal yg sharusnya 8. Aku syok banget. Putus asa Apalagi suami aku ank tunggal, nenek dan keluarga besarnya menginginkan skli kehadiran ank dlm keluarga mereka.

    Reply
  85. nina

    suka banget baca ceritanya…terharu
    penuh perjuangan..dan banyak pelajaran yang bisa q ambil..terimakasih mba…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      sama sama nina

      Reply
  86. Uthe

    Mba, kisahnya menginspirasi..tapi jujur kalau dibilang pasrah, saya blm bs pasrah, saya msh berusaha.. dan ga akan bisa cuek atau ga mikirin.. karena saya dan suami sangat menantikan kehadiran baby mungil.. doakan kami yaa mba,, btw skrg anaknya sudah umur brp?

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      halo uthe,
      well gak papa jika kamu masih berpikir demikian. itu wajar saja sebagai manusia, kita pasti ingin memiliki harapan. aku juga merasakan hal itu tidak instan, namun setelah melewati proses yang cukup panjang. jadi ikuti kata hatimu saja ya.

      Reply
  87. yanti

    Aku juga pcos nie mbak..baru nikah 6bln . udah cb saty dokter tp blum berhasil..nie baru mencoba sinshe. Doain ya mbak?? Aku juga bingung nie 3 bln yang lalu menstruasi banyak..eh setelah q coba pijat kuk menstruasi jadi sedikit..haduh kenapa ya?jadi takut

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      aamiin. semoga kamu diberikan yang terbaik yaaa. tapi tidak ada salahnya rileks dulu kalau baru menikah enam bulan. kalau dipikir pikir aku bersyukur karena diberikan waktu lima tahun berdua dulu sama suami, jadi kita bisa lebih banyak waktu berkonsolidasi dengan suami untuk menghadapi tantangan berikutnya. good luck ya.

      Reply
  88. Uci

    Saya baru nemu dan baca blog mbak. Tulisan ini memberikan semangat saya yg ternyata memiliki sel telur kecil juga. Kaget n shock pasti saya rasakan, terpuruk iya krn adik saya yg baru nikah 3bln sdh hamil. Doakan saya mbak agar dimudahkan memiliki keturunan.

    Thank a bunch sista. It means a lot

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      sama sama uci. menghadapi “keberuntungan” orang lain memang salah satu tantangan yang paling sulit ya saat kondisi kaya gini. aku sih dulu coba buat rileks dan berpikir kalau cerita orang tuh gak ada kaitannya sama cerita kita. kasarnya semua punya skenario masing-masing buat mencapai tujuan hidup. Aku percaya kalau semua cerita pasti punya keseruan masing-masing. semangat ya!

      Reply
  89. Vita

    Masyaaa Allaaah mbaaak syuka banget sama alur cerita d blog nya, hehe utamanya sama ‘skenario’ Nya yang bikin mba lbh deket sm Allah, relax, dll…… dedek bayinya sekarang udah lahir ya, senengggg bangettt ya mba….Saya mei ini udah 3 tahun nikah, alhamdulillah belum dikasih baby hehee .. Beberapa takdir ad yg sama mba, sy jg d vonis rahimnya terbalik,jd msti (maaf) nungging lah hb ny, / pk bntal, pny cita2 jd penulis, rncn buat rumah sblm hamil dll..

    Srg bgt ikhtiar, yg seringnya ko haid lg haid lg…huhu, sy cb byk ikhtiar makan mkanan alami yg sy dpt di gugel, mertua,tetangga, dll sy ikhtiarin, tp blm jg hml.. Mudah2n Allah ngsih sy sabar, dan menganugerahi mmongaaan jg ya aamiiin

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      halo vita, iya anakku dah hampir Sembilan bulan sekarang. Aamiin, tetap positif thinking yaa.

      Reply
  90. Putri Riskiah DLP

    Assalamualaikum Mbak Tia
    Apa kabar?
    Semoga Mbak Tia dan keluarga kecilnya diberikan kesehatan dan dalam berkah Allah selalu.
    Sebelumnya Perkenalkan, Saya Riski dari Malang, Jawa Timur.
    Saya seneng banget membaca tulisan Mbak Tia soal PCOS. Ya, Saya pun juga penderita PCOS.
    Saat membaca kisah Mbak Tia ini, Saya serasa merasakan Hal yang Sama dengan Mbak Tia.
    Oleh dokter Saya dinyatakan menderita PCOS tahun kemarin kira kira bulan September 2016. Itu adalah dokter terakhir yang Saya kunjungi. Sebelumnya dokter lain nya hanya menyarankan Saya meminum obat penyeimbang hormon yang berakibat membengkaknya badan Saya. Dan ada juga dokter(bahkan bisa disebut Sudah senior) menyarankan bayi tabung agar mendapatkan keturunan karena Saat itu Usia pernikahan Saya 2tahun(Alhamdulillah Usia pernikahan Baru 4 tahun Saat ini). Dan yang Menurut Saya konyol adalah, ada Salah seorang dokter yang diam saja, tidak memberi tahu Kalo Rahim Saya juga retro, Saya Baru tau Saat Saya bertanya. Dan dengan Santai Si dokter jawab, Iya Mbak nya ini retro.Seperti Jatuh tertimpa tangga pula rasanya. Komplit pedihnya. Yah, Tapi Saya bersyukur suami Saya selalu memberi dukungan agar selalu semangat. Alhamdulillah setelah bertemu dokter terakhir ini sedikit ada jalan bagi Kami, Tahap Awal Saya harus diet untuk menurunkan berat badan. Dan Alhamdulillah siklus haid mulai normal, karena Sebelumnya haid TIDAK teratur karena kegemukan. Hehehe
    Dari tulisan Mbak Tia, seperti di recharge Kembali semangat Saya.
    Semoga Nanti Saya bisa seperti Mbak Tia. Segera diberi keturunan. Aamiin.
    Salam sayang untuk baby nya.
    Salam hebat untuk suami Mbak Tia yang selalu support Dan semangat.
    Untuk Mbak Tia, Mbak keren.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      salam kenal riski, semangat terus ya dan selalu berpiir positif 🙂

      Reply
  91. Anni

    Bole tau ga dr mulai di vonis PCO sampe akhirnya punya babi, brp lama? Trus ada pantangan makan ga selama mbak jalani promil? Makasih

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      vonis pcos sekitar setahun menikah, punya bayinya lima tahun menikah.

      Reply
  92. ami

    Selamat yah mba.. semoha kehamilannya lancar, sehat bayi dan ibunya.. dan kalian menjadi keluarga bahagia terus.. 😀

    ini bener2 cerita yang mengharukan.. cara mba menceritakannya sangat baik juga.. 😀
    Aku punya cerita yang hampir sama juga dengan mba.. saat ini usia pernikahan aku menjelang 4 tahun. Dan aku juga lagi di titik pasrah setelah capek bolak balik ke dokter karena masalah PCOs juga.. Mohon doanya juga yah mba.. semoga aku bisa punya kesempatan punya anak juga.. 😀

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      aamiin, semangat yerus ya ami 🙂

      Reply
  93. nurul

    Ksimpulannya adlh olah raga dn hdup shat trs ttp jaga hdup utk slalu bhagia….

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      ya nurul 🙂

      Reply
  94. devi gosal

    aloo mba.. aku udh 2 thn lbh ikut promil g berhasil krn PCOS udah bolak balik ke dokter, coba obat herbal tapi ngak ada hasil.. ini lagi depresi banget apalagi denger temen2 udh pd hamil pdhl baru aja merid.. habis baca kisah mba jd terharu.. semoga saya dan suami dapat lebih semangat lagi dan coba buat lebih bahagia sapa tau dapat hasil positif..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      halo devi, memang gak mudah ya melewatinya, tapi aku selalu percaya selalu ada hikmah dibalik semua perjalanan kita. tetap semangat ya 🙂

      Reply
  95. restu

    assalamuallaikum mba tia , baca tulisan mba diatas jadi semangat buat aku pribadi .. aku udah menjalani pernikahan selama 4 tahun tepatnya bln maret 2017 yg lalu , sblmnya aku ikut promil baik ke dokter dan alternatif .. bener banget mba tia kadang fikiran negatif itu dtg .. kadang semangat menurun , kadang juga sebel sama pimpinan yg kasih kerjaan bikin capek bgt pdhl pimpinan tau klo aku tuh lagi berjuang buat punya baby , sedihnyaa februari 2017 yg lalu aku di kirim 1 bln utk ikutin sebuah program study tambahan dari kantor , itu bikin aku bener2 keseeeeellll … tapi alhamdulillah ternyata dibalik itu semua Allah kasih aku rezeki yg gak disangka2 ,, alhamdulillah aku udh + hamil skrg mba tia .. gak tau aku juga bengong tapi masih deg2an karna waktu usg kemaren 22 april 2017 dgn kira2 usia kehamilan aku 6w blm kelihatan janinnya .. dan aku skrg disuruh dokter utk bedrest total … mohon doanya mba tia dan semua , semoga anakku baik2 dan sehat selalu amiiiin … udah lama sekali aku menanti buah hati aku dan suami … salam kenal dari aku mba tia ” restu “

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      aamiin, selamat ya. semoga sehat ibu dan bayinya.

      Reply
  96. Rahti

    Terharu bacanya,sampai menitikan airmata pula,,,,selamat untuk pikiran”bahagia,selamat buat perjuangan,,selamat buat babynya

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      makasih ya Rahti 🙂

      Reply
  97. Lindsay

    Mbaaa.. Mkasihh ceritanya ya. Menginspirasi bgt, ga bosen baca dri awal smpe ahir. Aku udah nikah 1,5 th jga blum dksih momongan. Tp baca artikel ini jdi semangat buat promil jdi ada pandangan k depan mw gimana. Hehehe

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      iya, semangat ya mbak 🙂

      Reply
  98. ani

    Selamat mba atas kelahiran putranya, tulisannya semalam saya baca dan sangat menginspirasi , seolah2 saya membaca kisah saya sendiri dalam usaha memiliki momongan. Saya juga oleh 3 dokter divonis pcos, sudah terapi hormon, cek bibit, bahkan dokter terakhir sudah memberikan tindakan hydrotubasi diusia dua tahun pernikahan saya. Waktu di usg ada kista, tapi katanya masih kecil di kiri dan kanan.Dr juga bilang klo belum hamil juga katanya maka harus dioprasi. Mendengar kata oprasi saya tdk pernah lagi dtg kontrol ke dokter tsb. Akhirnya , saya browsing ttg pcos, dan sedikit paham. Ini lah mgkin yg mnyebabkan saya sulit hamil. Saya mengalami kenaikan bb stelah menikah dan tdk prnah turun ,skr 60kg dgn tinggi badan 149cm. Haid tdk teratur, dan saya jg curiga rahim saya retro krn (maaf) spe#ma suami sllu tumpah diluar. Skrg sudah 4thn pernikahan , dan saya telat mens dua bulan. Pdhl bulan sebelumnya sudah mulai lancar haidnya. Saya tp ttp negatif. Skrg saya rajin jogging pagi dan sore, dan mkn makanan sehat. Alhamdulillah saya merasa lebih sehat dan bahagia krn sudah ada perubahan, pipi tdk tembem lagi :-). Semoga klo tp lagi nanti bisa (+) diberi ksempatan membesarkan anak yg soleh,sehat dan sempurna, Aamiin. Doain ya mbaa. Semoga mba dan kluarga kecilnya senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin. Salam hangat.

    Reply
  99. ani

    Selamat mba atas kelahiran putranya, tulisannya semalam saya baca dan sangat menginspirasi , seolah2 saya membaca kisah saya sendiri dalam usaha memiliki momongan. Saya juga oleh 3 dokter divonis pcos, sudah terapi hormon, cek bibit, bahkan dokter terakhir sudah memberikan tindakan hydrotubasi diusia dua tahun pernikahan saya. Waktu di usg ada kista, tapi katanya masih kecil di kiri dan kanan.Dr juga bilang klo belum hamil juga katanya maka harus dioprasi. Mendengar kata oprasi saya tdk pernah lagi dtg kontrol ke dokter tsb. Akhirnya , saya browsing ttg pcos, dan sedikit paham. Ini lah mgkin yg mnyebabkan saya sulit hamil. Saya mengalami kenaikan bb stelah menikah dan tdk prnah turun ,skr 60kg dgn tinggi badan 149cm. Haid tdk teratur, dan saya jg curiga rahim saya retro krn (maaf) spe#ma suami sllu tumpah diluar. Skrg sudah 4thn pernikahan , dan saya telat mens dua bulan. Pdhl bulan sebelumnya sudah mulai lancar haidnya. Saya tp ttp negatif. Skrg saya rajin jogging pagi dan sore, dan mkn makanan sehat. Alhamdulillah saya merasa lebih sehat dan bahagia krn sudah ada perubahan, pipi tdk tembem lagi :-). Semoga klo tp lagi nanti bisa (+) diberi ksempatan membesarkan anak yg soleh,sehat dan sempurna, Aamiin. Doain ya mbaa. Semoga mba dan kluarga kecilnya senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin. Salam hangat.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      iya mbak ani, semangat olah raganya. Biar bugar dan awet muda juga hehehe

      Reply
      1. ani

        Alhamdulillah mba,, skr saya sudah + hasil tespeknya. Dengan ihktiar yang macem2 tapi ikhlas aja apapun hasilnya wktu ngetes itu. Terimakasih mba sudah bls komen. Dan semoga calonn debay ini bisa juga lahir dengan sehat selamat sempurna tidak kurang satu apapun. Aamiin. Salam hangat buat mba.. Semoga keluarga bahagia selalu.

        Reply
  100. Princess

    Waah..terharu baca cerita nya…sampai ngeluarin air mata…tp ikut senang saat tahu akhr nya mba hamil jg,,, saya sdh hampir 8th dlm penantian, kdg sy jg mrsa lelah, pikiran2 yg negatif sllu bermunculan…mnt do’a nya ya mba moga d thn ini sy jg bs hmil…aamiin

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin. Iya, meskipun tidak mudah, saya percaya pikiran positif membantu dalam proses penyembuhan. Tetap semangat ya

      Reply
  101. Resty

    Assalamualaikum, mbaaa.

    Saya divonis pcos sm dokter (cek pas 1bln sblm nikah, krn merasa siklus haid berantakan banget setahun kebelakang sblm menikah – saya menikah akhir Februari 2017).
    Alhamdulillah dpt dokter yg tdk pesimistis. Beliau blg jgn khawatir sm pcos, ada yg pcos 3bln married hamil. Jadi dr situ saya ga ambil pusing, tp kdg suka baper siih kalo tau org sekitar yg menikahnya jaraknya dkt sm saya kok sdh hamil dluan. Dan krn pd waktu itu saya ga blg sm calon suami saya (sampai skr sdh sampe jadi suami) kalo saya kena pcos. Jadi awamnya dia bahwa mens itu pasti sebulan sekali
    Jadi pas maret kmrn saya sama sekali ga mens, saya disuruh2 testpack sm suami. Dan udh pasti negatif hasilnya, lsg baper berurai air mata (krn tau kondisi saya pcos, tp ga berani jg blg sm suami kalo pcos). Sbnrnya suami santai aja, tapi ga bs dipungkiri kalo dia sdh pengen jg punya anak.
    Dan sejak menikah siklus mens saya jadi makin mundur, awalnya sblm nikah siklusnya 40harian, tp terakhir siklusnya jadi 60 hari lebih.

    Sekarang sdh 3bln nikah, dan saya masih blm blg jg klo saya pcos. Dan dgn pesimis nya saya sdh sangat putus asa, takut mengecewakan suami, dan org tua krn saya pcos. Lalu iseng browsing dan baca postingan mba ini, saya jadi ngerasa ga pantes buat pesimis, br jg 3 bulan udh putus asa, sdgkan mba yg 4thn aja selalu semangat sampai akhirnya dikasih kepercayaan sm Allah. *mewek sejadijadinya.

    Terimakasih atas sharingnya mba, dgn baca ini saya jadi makin percaya, kalau anak itu bener2 hak Allah. Hak Allah mau mempercayakannya kepada siapa, mau kita udh jungkir balik usaha dan berdoa kalo Allah blm memberikan hak Nya itu ya mau apa.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Iya mbak resty, semangat ya. Tapi tidak ada salahnya memberi tahu suami agar ada teman berbagi. Tetap positif thinking ya

      Reply
  102. rohma

    selamat ya mba..ceritanya mirip dengan yang sy alami..di vonis pcos(mens hanya setahun sekali bahkan lbh) dan rahim retro,sperma suami jg kurang krn varikokel..sdh berganti ganti dokter kandungan,sempat ke sub spesialis fertilitas jg dan berobat ke alternatif dengan di pijit,alamak sakitnya..
    sampai akhirnya cape,bosen dan berasa jg biayanya..setelah itu memutuskan untuk stop program dulu,santai2 dl,tenangin pikiran,pasrah,menyerahkan semuanya kepada Allah SWT..setahun kemudian tepatnya di usia pernikahan kami yang ke 7 th alhamdulillah sy hamil walaupun baru ketauan hamil setelah usia kehamilan 21 minggu atau 5 bulan lebih seminggu dan sekarang anak saya sudah berusia 8 bulan

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Terima kasih ceritanya mbak rohma, semoga bs menjadi inspirasi bagibyg lain ya

      Reply
  103. Lenny

    Terharu…. Smp nangis bacanya, menginspirasi banget mba, ternyata usaha sy ga ada apa2nya dibandingkan mba, jd termotivasi buat olahraga lg. Sy udah nikah selama 2,2thn blm pernah hamil, sudah 4 bln ini promil ke dokter, udah bosen sama obat2annya yg bikin mual setiap abis diminum, jd ganggu kerjaan dikantor. Semoga ditahun ini sy jg bisa hamil seperti mba. Aamiin..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Aamiin, semangat ya 🙂

      Reply
  104. Linda

    Wah sama nasib kita mba, aku mau cerita agak panjang gpp ya. Jadi aku nikah th 2000, 1 bulan lsg hamil, anakku sekarang udah 16 th. Habis melahirkan KB IUD, 7 tahun lepas IUD krn pgn hamil lagi, 1 bulan lepas lsg hamil, cuma ga berkembang di week 8, kuret. 1 th kemudian (2008) hamil lagi, aku dah blg sm suami agar ga HB dulu deh smpe 3 bulan, suami mengiyakan. Trs kita pulkam lebaran ke Aceh, di sana suami melanggar janjinya, hbs HB lsg flek sampe pulang ke Jkt, kali ini malah udah keluar di rmh, akhirnya kuret lagi. Dr 2008 aku ga KB, sempet sih KB pil krn katanya memancing kesuburan, tp cuma bentar ga diterusin. Th 2010 suami pgn piara kucing, smpe akhirnya ada 9 kucing di rmh, lah makin ga kepikiran utk pny anak lagi, takut tokso dll. Nah tahun ini mendadak suami blg pengen punya anak lagi, mana umur udah 40. Konsulah ke dsog katanya di rahim ada cairan bebas, bentuk rahim retro. Dikasih 2 macem antibiotik sama inlacin, disuruh kontrol 10 hr lagi dan harus nungging sehabis HB. 10 hari balik, cairan bebas udah hilang, ada sel telur 2 buah uk. 1,2 dan 1,3, per ovulasi. Tapi saya nunggu hasil tes TORCH dulu ah, takut, hasil TORCH alhamdulillah bagus, promil bs lanjut. HTHP 13 Juni, saya sudah menunggu2, ternyata 17Juli saya haid. Kontrol dokter kmrn 18 Juli krn disarakan kontrol hari ke-2 haid. USG menunjukkan ovarium saya ga keliatan, ketutup usus gede2, katanya perut saya kembung. Trs diperika dalem, dipencet perut saya sampai sakit banget. Dokter blg kalo cairan bebasnya ada lagi, maakkkk… Hari ini saya wa dokternya, krn kmrn saya lupa nanya cairan bebas itu ada lagi, trs bagaimana, dokter blg kalo sdg masa ovulasi biasanya ada cairan bebas. Lah dari mana ovulasi kan saya sdg haid. Dokter blg kmrn dia liat ada sel telur, semoga hamil, tp Ibu ngeflek ya? Nah lo saya makin bingung. Saya blg lg haid kan ga mungkin HB, dokter nanya lagi, keluar darahnya? Banyak ga?, saya blg ga keluar lagi, cuma kmrn aja 2 hr flek coklat gitu. Dokter blg lagi semoga hamil, obat dilanjut. Saya tny jd saya ini sedang haid atau tidak? Katanya tunggu 2 minggu lagi, semoga hamil….Duh itu dokter koq bikin bingung.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      halo mbak linda, coba opini yang kedua aja mbak kalau bingung. Daripada salah diagnosa. mudah-mudahan gak ada apa apa ya. maaf banget baru balas.

      Reply
  105. Dewi

    Ntah ini tulisan udh di tulis tahun berapa, dan saya baru baca…
    Ya Allah sambil nangis bacanya teh, meskipun beda diagnosa tapi aku merasa itu aku yang ada di tulisan itu Terima kasih untuk kisah yang menginspirasi ini.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      Makasih banyak dah baca tulisannya ya mbak dewi, tetap semangat!

      Reply
  106. Risa

    Ya Allah terharu bangetttt sesengukkan aku,…. pgen banget rasanya kenal jauh dengan mba biar ketularan semangatnya 🙂

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      halo risa, salam kenal ya

      Reply
  107. Leonard

    Tadinya..iseng saja mau cari info PCO pada wanita karna istri juga pco, eeehh..ketemu blog ini deh.. Dari..banyak yang kasih komentar, hanya saya yang dari kaum laki-laki yang ikut kasih komentar di blog mb ini..hehehe, semoga saya ga salka ya..(salah kamar),. Satu..kata untuk mb tia “salut” atas perjuangan nya dalam usaha mendapatkan momongan, tapi seperti kata pepatah bijak bilang, sekuat apapun manusia berusaha, toh hanya Allah berhak mengabulkan permintaan (usaha) Kita. Setelah membaca tulisan mb tia, dari awal sampe akhir, saya langsung memposisikan diri sebagai perempuan dan juga sebagai istri saya, yang cerita mirip sama mb..pasti sulit ya..menerima diagnosa pcos, itu juga yg dialami istri saya..dimana usia pernikahan kami sudah bernajalan -+ 4 tahun dan belum dikaruniai anak, bedanya kami belum ada ikut terapi hamil kemana-mana seperti yang mb tia lakukan, masih jalani hidup seperti biasa,wlpn terkadang istri mulai mengeluh terkait belum dikaruniai anak, pcos nya, dan juga usia istri yang sdh diatas 30 an. Saya sepaham dengan suami mb tia, bahwa pada prinsif nya menikah dengan istri adalah untuk menjalani hidup hingga tua ataupun maut memisahkan baik dengan anak atau tampa anak dan itu juga yang saya katakan selagi masa kami pacaran bahkan jika dikatakan nanti istri saya dinyatakan infertil, saya pasti siap untuk tidak berharap banyak bisa punya anak secara alami..namun perasaan perempuan tetap berbeda ya..mb, wlpn suami sdh tidak mempermasalahkan masalah keturunan, tapi yang namanya wanita punya beban yang berat ketika dia tidak bisa hamil (lama hamil) apalagi kami sama seperti mb tia, anak pertama yang sama-sama di nantikan cucu pertama oleh orangtua/mertua, syukurnya mereka orangtua yg baik tidak jor-jorran menuntut, jadi perasaan istri..saya bisa pahami betul. Seru..baca tulisan mb tia, terasa banget klu kerjaan wartawan, terstruktur banget cara penulisannya dan lengkap..kap..kap, hehehe..plus ada guyon nya, jd kyk telenovela, jadi ga serius terus, hehehe.. yang lucu waktu baca salah test peck, wkwkwkwk..asli, saya ketawa geli..bacanya.. Btw..kami belum jalanin yang seperti mb tia lakukan yg sudah kemana-mana itu, paling hanya test pcos dan saya test sperma..plus kita mmng msh sering berjauh-jauhan, krn istri peneliti yg terkadang harus ambil data ke daerah timur Indonesia..atau ke luar negri. Kebayang juga sih, seandainya kita (istri) mau promil, pasti mirip kyk mb tia nantinya, tapi saya setuju dengan konsep “alami” yg diputuskan oleh mb dan suami ditambah cerita dari tante nya si suami, walaupun tidak ada salah nya tetap periksa ke dokter. Tulisan mb tia ini nanti pasti saya rekomendasi kan ke istri saya untuk bisa jadi refrensi dia ketika mau/menjalani promil kelak, biar kuat dan semangat dalam menjalani hidup walaupun kita tidak pernah tau apa yang terjadi esok nanti.. Saya..juga setuju banget dengan perkataan temen mb tia terkait “mimpi-mimpi kita yang lain”, agar kita bisa bangkit dari keterpurukan..semoga kami juga bisa melakukan/mewujudkan, wlpn ga mesti harus besar, tapi dari hal-hal kecil juga bisa.. Akhirnya..saya hanya bisa bilang “terimakasih banyak” untuk ceritanya yg inspiratif banget..terlebih buat pasangan yg lama di karuniai anak dan para wanita yg pcos, semoga dengan cerita mb tia ini, banyak para wanita yg pcos..tetap dan terus semangat dalam menjalani hidup walaupun mungkin cerita setiap orang pasti berbeda.. Selamat juga buat mb tia yg akhirnya di karuniakan Allah seorang anak yg selama 4 tahun lebih di nantikan dan diperjuangkan. Salam dari Saya..leo

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      terimak kasih sudah membaca pak leo, salam hangat untuk istrinya

      Reply
  108. asma

    Waduh sy nangis mba bacanya ga sadar air mata mgalir…

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      semangat mbak asma

      Reply
  109. aiv

    Nngis bacanya mbak,,,,
    saya juga PCOs mbak, kmarin jga baisTV dan sama mb..
    doain ya mb sya cpet hamil…..
    heheheheh……

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      aamiin. semangat ya mbak 🙂

      Reply
  110. Ayu

    Entah sudah berapa kali aku baca postingan ini.. Aku juga PCOS,, dan tiap kali lagi down pasti cari2 artikel tentang cerita PCOS yang bisa hamil alami untuk penyemangat. Alhasil, aku mampir kesini dan baca lagi dan lagi. Makasih mba.. Tulisan ini bikin aku semangat lagi…

    Reply
    1. diana

      pengalamannya sama saya,saya juga divonis PCOS,kayanya kuncinya olahraga,karena sy hamil anak pertama setelah 3 tahun menikah,lalu hamil anak ke 2 selang 6 tahun kemudian,ikut promil berkali kali tapi ga berhasil.malah hamil pas tidak lagi promil tapi waktu saya lagi giat2 nya fitnes+ diet mayo,ga pake lama bln febuari 2016 sy fitnes+diet mayo maret nya langsung hamil.
      salah satu dokter promil saya yg ke sekian,pernah menyarankan saya olahraga karena meskipun saya kurus tapi katanya tubuh saya banyak lemaknya yg menyebabkan saya pcos. ternyata benar setelah sy olahraga malah bisa hamil alami.semoga mbaknya cepat menyusul ya

      Reply
    2. cahayatemaram (Post author)

      makasih sudah membaca mbak ayu, semangat ya 🙂

      Reply
  111. Nurrahmah

    Mbaa, ceritanya sangat menginspirasi. Aku juga pcos mbaa. Sempat putus asa, tapi baca cerita mba aku punya semangat baru.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      semangat ya mbak, terima kasih sudah membaca 🙂

      Reply
  112. fieka rosa fauziah

    terharuuuu bgt bacanya…
    soalnya aq ngalamin hal yg sama PCO , rahim retro dan skg msh berjuang buat menanti buah hati
    menginspirasi bgt tulisannya apalagi aq g ngera down gt sama pco ini

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      semangat ya mbak fieka 🙂

      Reply
  113. Umi

    Baru baca, karena nemu ini pas nyari tentang “promil alami” di google
    Seneng bacanya, insya Allah sekarang anaknya udah sekitar umur 2 tahun ya..hehehee semoga selalu diberi kesehatan..
    Saya percaya setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing masing, gak ada yang lebih beruntung atau lebih menyedihkan..hehee
    Kondisi saya mungkin lebih beruntung dibandingkan bunda karena dibulan pertama saya menikah saya langsung hamil dan alhamdulillah sehat sampai lahiran, cucu pertama dari dua keluarga, bahagia banget pastinya..
    Tapi ternyata saya cuma punya kesempatan 67 hari jadi ibu, anak saya diambil lagi sama gusti Allah..
    3 bulan yang lalu saya sempat periksa ke dokter, alhamdulillah kondisi rahim saya sehat dan kondisi suami juga sehat..
    Sekarang sudah 6 bulan sejak anak saya meninggal dan hanya suami saya yang gak pernah ribet nanya kapan saya hamil lagi, kenapa gak hamil hamil lagi, dsb dsb. Ortu, keluarga besar, saudara, temen2, tiap ketemu gak pernah absen nanyain kapan hamil lagi, kenapa lama banget, sampai rasanya pengen saya gorok leher mereka biar diem ✌
    Pengen coba promil juga ke dokter, tapi ternyata mahal bgt hehee dan suami kayaknya gengsi kalau harus ke dokter, katanya ’emangnya kita sakit’ haduduh
    Makanya saya seneng baca cerita bunda ini, sampe senyum senyum sendiri baca endingnya..
    Hehehee maaf ya jadi numpang curhat..
    Doakan semoga saya segera diberi kepercayaan kembali menjadi seorang ibu

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      aamiin, semoga bisa kembali hamil ya mbak 🙂

      Reply
  114. Jati Hartanti

    Halo mba… terharu bangett bacanya…
    Btw mba kalo boleh tau dokter nurul yg mbak bilang baik banget itu praktek di mana yaa? Saya ingin konsultasi sama beliau saya hopeless belom nemu dokter yang cocok..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      saya bertemu dokter nurul di rumah sakit jakarta mbak, tempatnya di sebrang rumah sakit siloam dekat jembatan semanggi

      Reply
  115. Ny. Candra

    Assalamualaikum, terimakasih mba tulisannya 🙂 mungkin mba juga memahami knp sampai september 2017 ini masih saja ada yg komen di tulisannya mba, itu krn bnyak nya termasuk saya, yg mencari2 tips dan informasi seputar promil. Alhamdulillah enar2 memotivasi, sungguh sangat banyak sekali kesamaan antara mba dan saya.
    – menikah sudah lebih dari 3 tahun
    – keadaan rahim retroflexi
    – diagnosa awal setelah 1 tahun pernikahan adalah PCOS (tapi tidak saya hiraukan)
    – mens kurang teratur
    – (tambahan) suami Oligo
    – sama2 LDR ktemu cuma seminggu/2 minggu sekali
    – sama2 anak pertama, saya belum bisa kasih cucu untuk buat mamah dan ibu mertua
    – sama2 punya goals yg lain trmasuk lanjut pendidikan sm kya mba
    sungguh saya bahagia & bersyukur sekali bisa baca cerita mba, bertambahlah semangat saya untuk ttp ikhtiar, saya juga capek mba ke dokter, sekarang sudah seminggu hanya bermodalkan test ovulasi, asam folat, vit E dan atur pola makan saja. sekali lagi terimakasih mba, smg saya bisa berhasil sprti mba 🙂

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      aamiin, semangat ya mbak 🙂

      Reply
  116. arini

    cerita yg mba tulis..terjadi persis sama aq..semuanya sama..apalagi rules2 itu..hahaha..kdg nangis sendiri jg bener..hehe..aq masi penantian jg mba..aq pcos rahimku pun terbalik menurut bbrp dokter..smg aq bs terinspirasi sama seperti yg mba lakukan..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      bebaskan sejenak rulesnya mbak, kadang masalahnya ada di dalam diri kita sendiri. semangat ya 🙂

      Reply
  117. Lia

    Menginspirasi bgt sis… saya sdg berada di titik plg rendah emosi ttg anak ini… saya smp malas testpack. Terkadang jealous sm org yg sbtr sdh bs hamil. Marah klo liat ada org yg sia2kan anaknya. Saya mo punya anak aja susah. Tp sis berhasil… normal ga pake obat macem2… smoga saya segera menyusul ya… aminnn

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      aamiin, semoga bisa menyusul ya 🙂

      Reply
  118. Tiara

    Terima kasih banget mbak tulisannya, meski ini cerita lama tapi penuh dengan inspirasi buat para ibu yg lagi galau masalah belum memiliki anak dengan begitu banyak penyebab sehingga membuat para ibu down.. sangat sangat menginspirasi, semoga dengan membca cerita mbak,kita jadi bisa lebih semangat untuk menjalani hidup dan menerima, ikhlas atas yang diberikan sama Allah SWT, segala takdir yang diberikan sama Allah SWT adalah yang terbaik buat umatnya.. buat mbaknya semoga sehat slalu mbak dan keluarganya aamiin..

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      aamiin. makasih banyak doanya ya tiara. doa yang sama buat kamu juga 🙂

      Reply
  119. emilia

    terimakasih mba tulisan nya bikin aku berfikir positif untuk hamil dengan cara alami. aku juga dah 4 tahun menanti buah hati tapi blm berhasi. sempat terbesit buat insem.
    tapi setelah baca artikel ini aku mau coba hidup bahagia, ga muluk2. rajin ilah raga, dan berfikit positih ke alloh.swt.

    sehat selalu ya mba. semoga tulisan2 nya semakin menginspirasi.

    Reply
    1. cahayatemaram (Post author)

      makasih banyak doanya emilia. doa yang sama buatmu juga ya 🙂

      Reply
  120. Novi

    Sblm baca postingan ini aq smpet ragu buat semua usaha aq, dri usaha program, obat herbal, bahkan alternatif tpi blm ada hasil dan hampir putus asa. Aq menikah sdh hmpir 2thun, d usia pernikahan 1thun kmi coba untuk promil krna stlh menikah siklus haid jdi tdk lancar. Dokter blg krna sel telur kecil kecil, tpi dy ga blg pco. Skrg aq sdh ga minum obat2 lgi, hri ini tepat aq telat 2mnggu tp aq TP negatif. Mgkin blm aja kali ya..
    Stlh baca ini saya jdi trmotivasi, untuk merubah pola hidup n mencoba berpikir positif.
    Mksih yah mba buat cerita na, mdh2n sya cpet d beri keturunan

    Reply
  121. Novi

    Sblm baca postingan ini aq smpet ragu buat semua usaha aq, dri usaha program, obat herbal, bahkan alternatif tpi blm ada hasil dan hampir putus asa. Aq menikah sdh hmpir 2thun, kita jga LDR bhkan ketemu 1bln sekali, cerita mba ini sma dengan crta saya.
    Akhirnya d usia pernikahan 1thun kmi coba untuk promil krna stlh menikah siklus haid aq jdi tdk lancar. Dokter blg krna sel telur kecil kecil, msalah hormon tpi dy ga blg pco. Jdi sya putuskan untuk trs promil smpe hsg, dan tdk ada maslah.
    Skrg aq sdh ga minum obat2 lgi, hri ini tepat aq telat 2mnggu tp aq TP negatif. Mgkin blm aja kali ya..
    Stlh baca ini saya jdi trmotivasi, untuk merubah pola hidup n mencoba berpikir positif.
    Mksih yah mba buat cerita na, mdh2n sya cpet d beri keturunan. Mdh2n mba jga sllu d beri kesehatan. Amin

    Reply
  122. Azizah

    Assalamu’alaikum… Terharu bacanya mba’…ternyata bisa hamil walaupun PCO. Saya juga PCO, 2 thn menikah belum hamil. Sempat promil dokter tp obatnya bikin muntah muntah. Akhirnya berusaha perbaiki pola hidup sehat saja, kurangi kindumsw karbohidrat dan olahraga. Sy juga obesitas, berat 65 kg tinggi 155cm. Kalau mau haid, moodnya nggak bagus banget. Semoga sy jg berhasil hamil di usia 31 thn ini.

    Reply
  123. fani

    I feel you mbak, sampe mewek bacanya, 4 tahun 7 bulan menikah, program hamil selama 2 tahun terakhir, penderita PCO dan suami jg punya masalah sama sperma,bru sj testpack dan negatif terima kasih untuk tulisannya yg sangat mensupport penderita PCO. semoga saya juga bisa hamil kayak mbak

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *