Cahaya Temaram

Untuk Tangan yang Selalu Terulur


Jiwa yang lelah terseret arus
Tenggelam dalam samudra yang dingin
Semakin dalam semakin sesak, gelap
Namun dia diam
Penat membuatnya enggan berusaha ke permukaan
Dia ingin diam
Biar saja mati…

Tidak lelahkah kamu sayang?
Terus mengulurkan tanganmu dari permukaan
Tidak putus asakah kamu sayang?
Terus menambal hati yang tak utuh lagi
Tidak padamkah kamu sayang?
Terus hangatkan sukma yang membeku
Tidak takutkah kamu sayang?
Ikut tenggelam dalam samudra yang kelam

Maafkan aku sayang
Maaf. (tdk)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *