Cahaya Temaram

Ten Li Tea, Cita Rasa Dari 2.200 mdpl

Senang banget akhirnya bisa menulis tentang teh lagi setelah hampir setahun absen. Kebetulan kemarin aku mengikuti acara tea cupping di salah satu kedai teh di Jakarta Pusat.

Sebelumnya aku pernah mengikuti coffe cupping yang dihadiri sama ahlli pencicip kopi. Tapi untuk tea cupping yang dihadiri kemarin, acaranya lebih santai. Pesertanya adalah penikmat teh seperti aku yang bukan dari kalangan profesional. Saat itu kami mencicipi tujuh macam teh yang berasal dari Taiwan.

Tea cupping

Berbagai macam teh kami cicipi baik yang berjenis black tea, green tea, atau oolong. Tapi kami gak mencicipi satu jenis yang tersisa yaitu white tea, mungkin karena harganya terlalu mahal ya hahaha. Bisa juga karena white tea bukan teh unggulan dari Taiwan.

Dari sinilah pertama kalinya aku mencicipi teh oolong. Ternyata teh ini sangat bervariasi ya mulai dari yang light, sampai yang sebelumnya sempat aku kira black tea karena berwarna gelap dan rasanya tajam.

Sampai akhirnya kami mencicipi teh yang ketujuh. Sejak awal, pembawa acara mengatakan bahwa ini adalah teh pamungkas yang spesial. Wah jadi penasaran, emang gimana sih rasanya.

Saat pertama kali melihatnya, teh ini berwarna terang. Aku menebak, apakah ini yang namanya white tea. Sooalny aku sama sekali belum pernah mencicipi jenis teh tersebut. Kudekatkan gelas menuju hidungku, aromanya sangat ringan alias tidak tajam. Begitu juga dengan rasa dari teh itu.

Namun ada yang khas dari teh ini. Beberapa light tea yang aku cicipi sebelumnya memang terasa ringan saat berada lidah, tapi ketika sudah habis seringkali meninggalkan jejak rasa di lidah. Nah teh jenis ini sama sekali tidak meninggalkan jejak di lidah.

Benar saja ketika aku bertanya pada mentornya, dia mengatakan bahwa salah satu keunggulan teh ini adalah tidak pahit. Saya pun ditunjukkan daun teh yang telah diseduh tersebut. Daunnya memang lebih halus dari teh biasanya.

Jadi jenis apakah teh itu?
Jawabannya adalah ten li tea. Jenis ini tergolong teh oolong premium. Kelebihan teh ini berasal dari puncak tertinggi Gunung Li di Taiwan, sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut. Itulah sebabnya teh ini memiliki nemiliki kelembaban tinggki sehingga mempengaruhi rasanya yang tidak pahit.  Kelebihan itu menbuat harga jual teh ten li cukup tinggi. Misalnya saja di kedai teh tersebut, harganya mencapai Rp 3,8 juta untuk kemasan 500 gram.

Karena rasanya yang sangat ringan, menurutku teh ini lebih cocok diminum tanpa campuran apapun. Sebab cita rasanya bisa langsung hilang jika disatukan dengan bahan campuran. Sayang kan kalau udah beli mahal-mahal tapi gak bisa menikmati cita rasanya dengan optimal. (tdk)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *