Cahaya Temaram

Teh Tapi Rasanya Gurih? Gyokuro!

Dari awal aja aku dah bengong waktu koko Edward membawakan teh ini. Edward adalah pemilik kedai teh di ‎kawasan Jakarta Selatan.
Biasanya kalau tea tasting, minuman itu pasti diseduh dengan air panas atau hangat. Nah lain dengan Gyokuro yang waktu itu diseduh dengan metode dingin alias cold brew.
Ternyata teh ini memang gak boleh diseduh dengan suhu panas. Soalnya akan langsung merusak cita rasanya yang ajib. Paling tinggi suhunya 60 derajat celcius.‎ Bahkan ada beberapa orang yang lebih suka tersaji dingin layaknya es sirup. 
‎Cara menyeduh dingin inilah yang paling disukai koko Edward untuk Gyokuro. Aku juga baru tau kalau ternyata ada botol khusus untuk menyeduh metode dingin. Botol kaca bening ini berukuran sekitar 2 dua liter dilengkapi filter di dalamnya. Tutupnya menutupi sebagian atas botol. 
Gyokuro yang sudah diseduh berwarna hijau daun segar. ‎Teh ini memang termasuk kategori teh hijau, tapi warnanya lebih segar dan muda dibandingkan green tea yang pernah aku temui. 
‎Koko Edward pun menuangkan teh tersebut pada cawan berwarna putih. Kudekatkan cawan itu pada hidungku. Kalau aku sih merasa baunya seperti jerami kering yang basah ya. Baunya kuat banget. 
Kejutan lain terasa saat aku menyeruputnya. Ya ampun apaan nih? Rasanya kuat banget, tapi ko aneh gak kaya teh pada umumnya.‎ Aku kaget banget karena rasanya gak cenderung manis, asam atau pait. Asin juga enggak.  
“Ini rasa umami” kata koko Edward.
Oalah pantas rasanya agak kaya sup. Eh? Hahaha.
Tau umami kan gaes?  Dia adalah rasa gurih. Umumnya kita tau bahwa rasa dasar itu ada empat yaitu manis, asam,  asin,  dan pahit.  Tapi ternyata ada rasa dasar yang ke lima yaitu gurih.  Kalau aku sih biar gampang jelasin sama temen, suka mengilustrasikannya dengan rasa MSG Hahaha. Padahal gak gitu juga sih.
Kalau menurut aku, menyeduhnya dengan metode dingin justru makin ‎menguatkan rasa gurihnya itu. Bayangin aja kalo kita makan sup, kalau udah dingin lebih kerasa kaldunya kan dibandingkan saat panas. Ah lagi-lagi analoginya sup. Sepertinya saya lapar hahaha.
Teh ini berasal dari Jepang. Menurut koko Edward, ada tiga golongan teh Jepang yaitu Gyokuro, Sencha dan Genmaicha. Nah Gyokuro ini yang paling premium. Tapi sayangnya dia belum menemukan Gyokuro dengan grade terbaik di Indonesia.
Keunikan teh ini membuat banyak orang yang suka. Setidaknya orang-orang sebelah aku yang sama-sama melakukan tea tasting sepakat bahwa teh ini favorite mereka. Tapi kalau minat, siap-siap merogoh kocek dalam ya. Karena teh ini bisa mencapai Rp 5 juta untuk satu kemasan 30 gram saja. Wiih. (tdk)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *