Cahaya Temaram

Segar Harum Teh Bambu

Aroma bunga langsung tercium begitu aku mendekatkan hidung ke bibir gelas teh yang ditawarkan oleh pak Egi Abdul Kudus. Beliau adalah petani teh dari Cianjur.

Tapi tunggu tunggu, ada wangi yang lain. Seperti rumput tapi lebih segar. Hmm apa ya?

“Itu aroma bambu”kata pak Egi.

Oh iya benar, aroma bambu!

Menurut pak Egi, awalnya ini merupakan teh dari varietas sinensis yang ditanam di daerah Pasir Canar, Cisujen, Cianjur Selatan. Teh ini aslinya memiliki aroma bunga. Setahu aku, aroma bunga memang merupakan ciri khas teh yang ditanam di dataran tinggi Indonesia. Semakin kuat aroma bunganya, maka semakin tinggi tempat teh itu ditanam.

Namun pak Egi melakukan inovasi dengan memasukkan teh ke dalam cetakan bambu saat proses pengeringannya. Setelah itu cetakan bambu dipanggang di atas api. Dari sinilah aroma dan rasa bambu itu muncul.

Aku pun menyeruput teh tersebut. Rasa manis bunga pun muncul. bercampur kesegaran dari bambu. Teh ini juga tidak menimbulkan after taste yang kentara. Alhasil aku pun makin ketagihan, dan meminta segelas lagi hahaha. (tdk)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *