Cahaya Temaram

Bagaimana Caranya Berpikir Positif?

“Satu lagi mbak Tia, bagi ti‎ps dong agar tetap positif thinking?”
Pertanyaan itu terlontar dari seorang teman wartawan yang kebetulan meminta untuk mewawancarai aku kemarin. Dia ingin membuat artikel tentang bagaimana caranya  berpikir positif saat menanti buah hati. Dia mewawancarai aku karena dulu sempat menunggu waktu selama empat tahun untuk bisa hamil.
Aku terdiam saat mendengar pertanyaan itu.‎  Jujur aku bingung mau menjawab apa. Aku bersyukur kalau temanku itu menilai kalau aku merupakan sosok yang suka berpikir positif. Tapi kalau ditanya bagaiman caranya, aku gak tau. Semua mengalur begitu saja.
Daripada berteori akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan pengalamanku saja. ‎Dulu aku dikenal sebagai anak yang pendiam. Bahkan teman-teman mengatakan aku adalah anak yang pemurung. Meskipun mereka tetap senang berteman denganku. Namun mereka khawatir jika tiba tiba melihatku sedih sendirian.
Sampai akhirnya saat kuliah aku bertemu dengan orang-orang yang mencontohkan aku cara berpikir positif. Caranya bagaimana? Aku tidak tahu. Aku hanya “menjiplak” cara dia‎. Karena sering bersama, aku jadi tahu kalau dia  sedang mendapatkan masalah.  Aku juga sedikitnya mengetahui bagaimana dia menghadapi masalahnya. Dari situ aku belajar, ko dia bisa menghadapi maslahnya dengan lebih ringan ya?
Hmm ternyata kuncinya ada di cara berpikir dia dalam menghadapi masalah. Dia selalu punya pemikiran positif. Lama-lama aku jadi tertular “virusnya” dan merasakan banyak manfaatnya deh.
Begitu juga saat aku dulu sempat berjuang untuk hamil. Sangat berat menerima vonis dari dokter, tapi aku coba tetap semangat meskipun sulit. Ternyata cara berpikir positif yang dulu ditularkan temanku itu sangat membantuku menghadapi ujian tersebut.
Jadi begitulah. Saat aku mencoba untuk berpikir positif, itu bukan karena aku hebat tapi ‎justru karena aku membutuhkan bantuan. Aku membutuhkan energi lebih untuk bisa tetap semangat. Jika terus murung, marah, atau sedih berlebihan, aku malah merasa terbebani dan merasa semakin berat menghadapi masalah.
Dari situ mungkin salah satu cara untuk bisa belajar berpikir positif adalah bergaul ‎dengan orang yang sudah menerapkan hal itu dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga lama-lama kamu bisa tertular kebiasaan dan bisa menerapkannya meskipun tidak lagi berada di lingkungan tersebut.
Bagiku tidak berdosa jika kamu sejenak menjauhkan diri dari lingkaran yang membuat semangat kamu jatuh. Misalnya orang yang terus membahas kenapa kamu belum punya keturunan atau sekelompok ibu-ibu yang terlalu antusias menceritakan bagaimana mudahnya mereka hamil.
Aku belajar untuk tidak meminta setiap orang bisa memaklumi kondisi kita, apa yang kita rasakan. Kitalah yang harus mengatur bagaimana caranya agar tetap bisa bertahan. Sebab seringkali orang di sekitar kita lupa bahwa ada perkataan yang menurut mereka wajar, namun sebenarnya bisa menyakiti orang lain.
Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin kita juga pernah lupa melakukan hal yang sama pada orang lain. Jadi daripada terus menuntut orang lain melakukan yang kita inginkan, akan lebih mudah jika kita mensiasati diri untuk bisa beradaptasi di lingkungan.
Jadi menurutku, tak apa-apa untuk menjauh sejenak dan mendekat dengan orang-orang yang membuat kamu nyaman. Itu bukan sesuatu yang salah. Itu cara kamu bertahan hidup. Nanti kalau sudah memiliki perasaan lebih baik, kita bisa bertemu mereka lagi. Jangan putuskan silaturahmi sepenuhnya karena seperti pepatah, mencari satu teman lebih sulit daripada seribu musuh.
‎Jadi begitulah menurutku caranya. Namun setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk bisa berpikiran positif. Misalnya Dian Sastro mengatakan bahwa setiap malam dia selalu menyebutkan sepuluh hal yang patut dia syukuri hari ini. Dengan demikian, meskipun ada masalah, dia selalu ingat bahwa hidupnya penuh berkah.
Aku pikir itu juga ide yang bagus.  Kalau kamu bagaimana? (Tdk)***

1 Comment

  1. Its me

    Mbak sy jadi tertarik mengikuti blogmu krn dr pengalamanmu dr dokter ke dokter hampir sama yg sy alami, jadi bosen sendiri dan sama sy juga PCO bedanya sampai saat ini sy blum hamil2 juga eh btw sy juga nikah di Nov 2011

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *