Cahaya Temaram

Surga yang Dirindukan

Jika mendapatkan rahmatNya untuk masuk surga, aku sama sekali tidak menginginkan tempat yang gemerlap‎. Tidak juga ‎hingar bingar pesta yang dipenuhi pria pria tampan.

Bagiku surga yang dirindukan merupakan sesuatu yang sunyi, dimana satu-satunya “kebisingan” adalah suara alam yang bersautan‎. Ada semilir angin, gemericik hujan, dan air yang mengalir. Kesunyian membuat waktu berjalan sangat lambat.

Aku juga tidak berharap memiliki jasad meskipun secantik bidadari. Biarlah dia tetap melebur dengan tanah, menjadi nutrisi bagi tanaman di bumi. Kubiarkan jiwaku bersatu dengan angin, agar  setiap hari bisa menari sambil membisikkan puji-pujian tentangNya.

Keinginan terakhirku adalah menghilangkan keinginan itu sendiri. T‎idak ada lagi ego untuk merasa menang dan lebih baik dari orang lain, meskipun dari hati yang terdalam. Dihargai, dicintai, bukanlah hal yang kubutuhkan lagi. Ambisi memudar tergantikan kedamaian abadi. (Tdk)

Leave a Reply