Cahaya Temaram

Author Archive: cahayatemaram

Sang Badut

“Pakailah ini tuan, semoga bisa membuat anda tersenyum,”pesan itu tertulis di atas sebuah kotak berwarna hijau muda. Kotak yang diletakkan sang badut di bangku taman. Badut, begitu orang lain menyebutnya. Dia berhidung bulat, berbibir merah, dan bermata lebar. Kepalanya selalu…
Read more

Perempuan Kereta

Suara khas yang menandakan keberangkatan kereta berbunyi. Dinda gelisah, bertanya dalam hati, mengapa lelaki tersebut belum datang? Jarum jam tangannya sudah menunjukan waktu 5.45. “Apa dia berbeda gerbong? Tapi dia selalu menaiki gerbong 1,”pikiran Dinda berkecamuk. Dirinya sudah duduk manis…
Read more

Uang Berselotip Merah

Brakk! Tangan itu memukul meja yang ada di sebelahku dengan suara keras. Tersentak diriku, langsung melihat pelakunya. Dia adalah pemuda ceking dengan kulit hitam legam akibat banyak terbakar matahari. Matanya nanar dan jalannya terlihat sempoyongan. Secara otomatis aku pun memindahkan…
Read more

Anak Perempuanmu

Sinar matahari pagi yang mengintip dari balik tirai tebal, membangunkan Larasati dari tidurnya. Wangi lavender sisa lilin aromaterapi yang dinyalakan tadi malam, masih lekat dalam penciumannya di pagi hari itu. Sejenak Laras, masih berbaring untuk sekedar melamun di tempat tidurnya…
Read more

Bangkit

Tersentak Geyu membuka matanya tiba-tiba. Ada perasaan aneh yang membuatnya ingin bangun dari tidur panjang. Sekejap dia menutup matanya untuk mengumpulkan sisa nyawa yang terbang, lalu membukanya kembali. Tubuhnya pun menggeliat, memberikan ruang bagi otot yang kaku untuk melentur kembali….
Read more

Galaksi

Melayang benakku dalam ruangan hampa udara Meninggalkan planet biru dan luna kelam Ratusan bintang merangkai gugusan indah di segala arah Lapisan Bima Sakti menghadirkan lubang gelap penuh misteri Udara menusuk mengoyak kulit menembus tulang membekukan darah Kekurangan oksigen membuat sukmaku…
Read more

Karena Manusia

Kenapa manusia merasa dirinya bisa melampaui batas? Dia bisa menolak surga, padahal tidak akan sanggup hidup di neraka. Dia bisa menolak¬†menang, padahal tidak bisa menanggung rasa terpukul akibat kekalahan. Dia bisa memilih sakit, padahal dia tahu itu membuatnya jatuh. Demi…
Read more