Cahaya Temaram

Fiksi

Daun Berguguran

  Angin September bertiup kencang Bawa terbang daun berguguran Kita terpaku di sebrang jalan Tatapan hangat penuh kerinduan Awan kelabu gerimis bercucuran Udara dingin menembus tulang Mulut terkatup mengunci angan Mengubur pelan segala harapan Aku pun menyebrang jalan Menembus kericuhan…
Read more

Jika Aku Mati Besok

  Matanya memerah dengan rambut kusut, dan langkah gontai. Lelaki itu berjalan menelusuri jalan batu kecil di tengah taman kota. Dia tampak tidak menikmati cahaya matahari yang mulai meredup di senja itu. Tatapanny kosong dan kakinya melangkah tanpa tujuan. “Kamu…
Read more

Lelaki Bermata Bulat

“Dirgaaaaaaa” Suara nyaring perempuan muda terdengar dari luar ruangan komunitas fotografi di sekolah. Decitan sepatu basket terdengar, menandakan pemiliknya berhenti mendadak setelah sebelumnya berlari cepat. Tak lama kemudian wajah mungil yang dihiasi sepasang mata sipit muncul di balik pintu sekre….
Read more

Mimpi Tak Kesampaian

Dia berharga, dia rapuh Bak vas bunga mahal, haram terjatuh Dia muda dan bersemangat Seperti sinar mentari menyengat Waktu berlalu tanpa tertahan Sang pemuda tumbuh jadi pemimpi Tapi tak satu dukungan didapat Tak seorang pun yang mengerti Ribuan doa dia…
Read more

Lilin

Hai lilin, Yakinkan kamu untuk terus berpijar? Gelap semakin perkasa nanti malam Nyalamu akan membuatmu hilang Tak berjejak di lantai kaca Manusia memujamu dalam kelam Namun berpaling jika surya datang Akhirnya kamu hanyalah usang Dimakan debu dan bayang-bayang. (tdk)***

Kapan Kita Tamasya Bersama?

​ Senja adalah perempuan lugu dan senang berkhayal. Banyak hal yang dia khayalkan termasuk kencan impian bersama kekasihnya.  Dia berkhayal bisa pergi tamasya berdua ke sebuah tempat berpemandangan alam. Tak lupa dia menyiapkan roti isi telur dan keju kesukaan kekasihnya…
Read more

Firasat

Namanya Mala. Dia memiliki tiga gelang kesukaan yang selalu dipakai setiap hari. Gelang-gelang tersebut terbuat dari bola-bola kayu pipih yang disatukan oleh seutas tali berbahan karet. Suatu hari, satu gelang tersebut putus. Saat bersamaan kekasihnya kecelakaan. Mala sempat berpikir “hey seperti…
Read more

Diam

Jiwa yang resah Menanggung dosa Meronta menahan sesak Hujaman paku di kepala Jiwa yang resah Tersesat di ruang hampa Menepis perih Tatapan kosong Jiwa yang resah Tak ingin pulang Larut tenggelam Di dalam asa Dingin Kosong Sesak Diam. (tdk)***