Cahaya Temaram

Fiksi

Lain Dimensi

Ketika bumi sesak akan prasangka Saat itulah manusia perlu hijrah Menuju tempat di lain dimensi Tungku besar menjadi gerbang dimensi Tempat manusia membakar jiwa Hanya abu cinta yang tersisa Sang Pencipta diagungkan tinggi Bebas dari prasangka penyebab kesialan Bebas dari…
Read more

Habis

Lantunan doa penuhi langit dini hariGelap malam berhamburan dike‎jar sang fajarMalaikat kematian datang menghampiriMembuktikan janji yang telah tertulis‎‎Habis …Darah yang buruk telah mengalahkan kita Mereka yang telah pergi datang kembali‎Menyapa ‎dia yang terbujur pasrahMenyambut hangat kedatangan yang tersisa‎Cinta terdalam merelakannya…
Read more

Ranting yang Patah

Ranting yang patah terserak di jalan Diinjak orang yang lalu lalang Marahkah ia pada manusia? Darinya terciptalah keteduhan Ranting yang patah terserak di jalan Dibuat rapuh cuaca musim gugur Marahkah ia pada bumi? Darinya terciptalah sumber kehidupan Ranting yang patah…
Read more

Cantik (part 1)

‎”Jadi anda mahu kecantikanku? Anda sudah bersedia dengan akibatnya?” Suara perempuan berlogat melayu itu mendesis tajam. Entah dari mana munculnya, tiba-tiba saja dia sudah memotong jalan di depanku. Dia lalu berbicara kepadaku dan menusuk hatiku dengan tatapannya. “A..apa maksud kamu”…
Read more

Sang Badut

“Pakailah ini tuan, semoga bisa membuat anda tersenyum,”pesan itu tertulis di atas sebuah kotak berwarna hijau muda. Kotak yang diletakkan sang badut di bangku taman. Badut, begitu orang lain menyebutnya. Dia berhidung bulat, berbibir merah, dan bermata lebar. Kepalanya selalu…
Read more

Perempuan Kereta

Suara khas yang menandakan keberangkatan kereta berbunyi. Dinda gelisah, bertanya dalam hati, mengapa lelaki tersebut belum datang? Jarum jam tangannya sudah menunjukan waktu 5.45. “Apa dia berbeda gerbong? Tapi dia selalu menaiki gerbong 1,”pikiran Dinda berkecamuk. Dirinya sudah duduk manis…
Read more

Uang Berselotip Merah

Brakk! Tangan itu memukul meja yang ada di sebelahku dengan suara keras. Tersentak diriku, langsung melihat pelakunya. Dia adalah pemuda ceking dengan kulit hitam legam akibat banyak terbakar matahari. Matanya nanar dan jalannya terlihat sempoyongan. Secara otomatis aku pun memindahkan…
Read more

Anak Perempuanmu

Sinar matahari pagi yang mengintip dari balik tirai tebal, membangunkan Larasati dari tidurnya. Wangi lavender sisa lilin aromaterapi yang dinyalakan tadi malam, masih lekat dalam penciumannya di pagi hari itu. Sejenak Laras, masih berbaring untuk sekedar melamun di tempat tidurnya…
Read more